Berita Berita Properti

REI Prediksi Harga Properti di Indonesia Melonjak Setelah Covid-19 Berlalu

2 menit

Realestat Indonesia atau REI meyakini jika harga properti di Indonesia akan langsung naik setelah pandemi Covid-19 berakhir.

“Memang dari masyarakat sendiri melihatnya bahwa ketika pandemi Covid berakhir pasti akan terjadi lonjakan harga properti,” ujar Ketua Umum DPP Realestat Indonesia, Paulus Totok Lusida, yang telah dikutip dari bisnis.com.

Menurut Totok, lonjakan ini kemungkinan terjadi karena sejak tahun 2013 harga properti relatif dalam kondisi stagnan.

Umumnya kondisi stagnan ini terjadi selama 2-3 tahun, tetapi sekarang kondisi ini terjadi selama 6-7 tahun.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat adanya investor asing yang melakukan persiapan untuk membuka perumahan baru di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menyebut, contohnya seperti di Tangerang Selatan yang memunculkan optimisme naiknya harga properti.

Peningkatan Penjualan dan Harga Properti Indonesia di Tahun 2020

harga properti

Dilansir dari tempo.co, Totok juga mengatakan bahwa penjualan properti pada kuartal II sempat turun, tetapi langsung meningkat ketika memasuki kuartal III.

Peningkatan tersebut terlihat pada perumahan Summarecon yang tiga klister perumahannya langsung habis dan Ciputra yang akhir-akhir ini penjualannya sangat laku keras.

“Yang namanya pandemi pasti awal dan akhir, kita optimistis melalui pameran Property Fiesta Virtual Expo 2020, penjualannya luar biasa karena masyarakat sudah menilai sendiri inilah momentum yang tepat untuk membeli properti,” ucap Totok.

Dirinya juga memprediksi peningkatan investasi properti ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2020.

Hal ini dikarenakan para pengembang mengikuti perkembangan kabar mengenai kehadiran dan distribusi vasin Covid-19 di Indonesia.




“Begitu vaksinisasi Covid dilaksanakan secara massal, pasti perekonomian berjalan,” ujar Totok.

Tren investasi yang dibidik oleh para pengembang saat ini lebih mengarah ke properti dengan harga maksimal Rp1,5 miliar, baik properti tersebut merupakan rumah tapak atau high rise.

Nilai properti yang dibidik tidak lebih dari harga Rp1,5 miliar karena pengembang melihat kondisi pandemi Covid-19.

Jumlah Investasi Properti di Tahun 2020

investasi properti

Sebelummya Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM mencatat realisasi investasi triwulan III tahun 2020 telah mencapai Rp209 triliun.

Jumlah ini merupakan sebuah peningkatan tipis, sebesar 1,6%, dibandingkan dengan pada periode yang sama di tahun 2019.

Pada tahun 2019, realistasi investasi triwulan III hanya mencapai Rp205 triliun saja.

BKPM mencatat lima sektor utama realisasi investasi pada triwulan III 2020 yakni:

  • Transportasi, gudang, dan telekomunikasi;
  • Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya;
  • Listrik, gas, dan air;
  • Konstruksi; dan
  • Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

***

Itulah berita mengenai peningkatan harga properti di Indonesia yang telah disusun oleh 99.co Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu.

Kamu sedang mencari rumah di Depok?

Bisa jadi Mazhoji adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Penulis 99.co Indonesia
Follow Me:

Related Posts