Gaya Hidup Kesehatan

Kenali Gejala & Ciri Ciri Tipes yang Perlu Diperhatikan. Jangan Anggap Sepele, ya!

4 menit

Untuk mengetahui kalau gejala atau keluhan yang dialami merupakan tipes yang berbahaya atau bukan, kamu harus mengenali ciri ciri tipes. Simak penjelasannya di artikel ini, ya!

Tifus atau dikenal juga dengan sebutan tipes adalah penyakit berupa demam tifoid yang terjadi karena infeksi bakteri salmonella typhi.

Bakteri tersebut menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Penyakit ini banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak.

Jika tidak ditangani dengan baik dan cepat, penyakit ini dapat membahayakan nyawa.

Tifus adalah penyakit yang dapat menular dengan cepat.

Pada kasus tertentu, penularan juga dapat terjadi akibat terkena urine yang terinfeksi bakteri.

Penyebab Tifus

makanan anak

Makanan dan air yang terkontaminasi diduga menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit ini.

Selain itu, daya tahan tubuh yang sedang melemah juga dapat menjadi penyebab terjadinya tifus.

Umumnya, tifus dialami oleh anak-anak, karena mereka belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna seperti orang dewasa.

Baca Juga:

Pernah Mengalami Sesak Nafas karena Maag? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Faktor yang Menjadi Risiko Terjadinya Tifus

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan tifus, antara lain sebagai berikut:

  • Sanitasi lingkungan yang buruk
  • Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan
  • Makanan yang kurang bersih saat dicuci
  • Mengonsumsi sayur yang menggunakan pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi
  • Mengonsumsi produk susu atau olahannya yang telah terkontaminasi
  • Menggunakan toilet yang sudah terkontaminasi bakteri
  • Melakukan seks oral dengan orang yang membawa bakteri salmonella typhi

Ciri Ciri Tipes yang Harus Diperhatikan

termometer

Gejala tifus biasanya mulai muncul sekitar 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri tifus sejak dini.

Semakin cepat gejala terdeteksi, maka semakin cepat pula pengobatan diakukan dan mencegah penyakit jadi bertambah parah.

Secara umum, berikut adalah ciri-ciri dan gejala tifus yang mudah dikenali:

  • Demam yang makin tinggi hingga mencapai 39-40 derajat Celsius
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sembeli pada orang dewasa dan diare pada anak-anak
  • Ruam berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Bedan terasa lemas
  • Keringat berlebih
  • Batuk kering
  • Merasa linglung, tidak tahu sedang berada di mana dan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Perkembangan Ciri Ciri Tipes Setiap Minggunya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya kalau ciri-ciri gejala tifus akan berkembang kurang lebih selama 7-14 hari.

Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan baik, gejalanya bisa berkembang hingga mencapai 30 hari.

Ciri Ciri Tipes Minggu Pertama

ciri ciri tipes

Ciri-ciri gejala tifus di minggu pertama yang perlu diperhatikan adalah sebagia berikut:

  • Demam dengan suhu badan yang meningkat setiap harinya secara bertahap hingga mencapai 39-40 derajat celsius
  • Kelapa terasa sakit
  • Badan terasa lemas
  • Badan terasa tidak nyaman
  • Batuk kering dan disertai mimisan

Ciri Ciri Tipes Minggu Kedua

Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik dan segera, maka pasien akan mengalami ciri-ciri tifus stadium kedua, yaitu sebagai berikut:

  • Demam yang tinggi dan cenderung memburuk di malam hari
  • Detak denyut nadi jadi melambat
  • Muncul bintik-bintik berwarna seperti bunga mawar di daerah sekitar perut dan dada
  • Sering mengigau saat tidur
  • Sering merasa sakit perut
  • Mengalami diare atau sembelit yang parah
  • Umumnya warna tinja kehijauan
  • Perut terasa kembung akibat terjadinya pembengkakan pada hati dan empedu

Ciri Ciri Tipes Minggu Ketiga

Pada minggu ketiga, suhu tubuh akan cenderung menurun.



Meski demikian, bukan berarti menandakan kalau sudah sembuh.

Pasalnya, jika masih tidak segera ditangani, gejala pada fase ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius, berupa pendarahan pada usus serta pecahnya usus.

Ciri Ciri Tipes Minggu Keempat

Di minggu keempat, demam akan berangsur-angsur mereda.

Namun, kamu tetap harus waspada dan pastikan ada penanganan agar tidak muncul ciri-ciri gejala tifus lainnya yang cenderung membahayakan nyawa.

Selain itu, pada beberapa kasus, gejala bahkan juga dapat muncul kembali sekitar dua minggu setelah demam mereda.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan kesiapsiagaan jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala-gejala tifus.

Bagaimana Cara Mengobati Tifus di Rumah?

Setelah memeriksakan kondisi tubuh ke dokter, pastikan pasien meminum antibiotik yang diberikan dan menghabiskannya.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasien lekas pulih dan gejalanya tidak semakin parah.

Cara untuk mengobatinya adalah dengan menerapkan beberapa hal yang cukup sederhana di rumah.

1. Istirahat yang Cukup

ciri ciri tipes

Batasi kegiatan yang menguras energi dan melelahkan, seperti bekerja, berolahraga atau membererskan rumah.

Istirahatlah selama beberapa hari agar tubuh lebih kuat melawan bakteri penyebab tipes, sehingga tubuh bisa segera pulih.

2. Makan yang Teratur

Usahakan untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Caranya dengan membaginya menjadi enam kali makan dalam satu hari dengan porsi yang kecil.

Hal ini bertujuan agar tubuh tetap mendapakan asupan makanan tetapi tidak memberikan rasa mual yang berlebihan.

Pilihlah jenis makanan yang teksturnya lebih lembut seperti bubur atau sup.

3. Hindari Makanan yang Pedas & Asam

Selain makan dengan teratur, perhatikan juga jenis makanan yang dikonsumsi.

Hindari mengonsumsi makanan yang bersifat asam dan pedas, karena dapat menyebabkan gejala tipes makin parah.

4. Banyak Minum Air Putih

cara melancarkan haid

Perbanyaklah minum air putih untuk menjaga asupan cairan di dalam tubuh, khususnya bagi penderita tifus yang mengalami diare.

Air putih dapat membantu menggantikan cairan yang hilang sekaligus mencegah dehidrasi.

5. Rajin Mencuci Tangan

Jangan lupa untuk mencuci tangan sesering mungkin.

Gunakan sabun antiseptik untuk hasil yang lebih maksimal.

Cucilah tangan sebelum dan sesudah makan dan minum, agar tangan tetap bersih dari bakteri yang dapat menginfeksi tubuh.

Pencegahan Tifus

1. Vaksin Tifoid

Pencegahan penyakit tifus yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi.

Di Indonesia, vaksin tifoid merupakan imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah.

Meski demikian, hingga saat ini, vaksin tifoid masih belum masuk dalam kategori wajib.

Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak yang sudah berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun.

Imunisasi tifoid sendiri diberikan dalam bentuk suntik pada balita dan dalam bentuk oral pada anak yang berusia di atas enam tahun.

Baca Juga:

Sering Ada di Jalan, Rumput Belulang Punya Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan & Kecantikan!

2. Menjaga Kebersihan

Cara selanjutnya untuk mencegah penyakit tifus adalah dengan membiasakan diri untuk senantiasa hidup sehat.

Caranya dengan membiasakan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, dan diolah dengan cara yang bersih.

Biasakan juga untuk rutin berolahraga 2-3 kali dalam satu minggu.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum dan setelah makan.

Yuk, biasakan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari bakteri dan penyakit.

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kesehatan Sahabat 99, ya!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah masa depan impian?

Kunjungi 99.co/id dan beragam pilihan perumahan di Bali, Bandung, Yogyakarta dan lokasi lainnya.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts