Berita Ragam

Banyak yang Kaya Raya, Ternyata Segini Gaji Pendeta di Indonesia per Bulan. Menggiurkan?

2 menit

Salah satu pertanyaan yang membuat penasaran sebagian orang adalah berapa gaji pendeta per bulan? Benarkah mereka mendapat uang dari pihak gereja? Temukan jawabannya di sini!

Pendeta adalah pemuka agama Kristen, Sahabat 99.

Bagi kristiani, pendeta merupakan sosok yang dihormati dan dicintai.

Tugas pendeta antara lain sebagai gembala, guru, dan pemimpin guna memberikan pelayanan serta membimbing para jemaat.

Namun, masih banyak yang penasaran apakah para pendeta tersebut mendapat gaji dari pihak gereja?

Berapa sebenarnya gaji pendeta?

Simak jawabannya di bawah ini, yuk!

Benarkah Pendeta Digaji?

gaji pendeta

Sumber: nusahati.com

Melansir YouTube Kristen Toleran, Pendeta Setyawan MTh menjawab secara gamblang pertanyaan tersebut.

“Pendeta itu sebetulnya gajinya berapa? Mungkin ini jadi pertanyaan bagi saudara-saudara kita agama lain, mungkin juga beberapa para jemaat,” katanya.

Pendeta Setyawan MTh membenarkan bahwa pendeta di Indonesia menerima gaji per bulan.

Namun, menurut Pendeta Setyawan MTh, saat ini ada beberapa perbedaan kondisi ekonomi para pendeta.

Ada pendeta yang sederhana hingga pendeta yang sangat kaya raya dengan gaya hidupnya.

Sebelum membahas gaji pendeta, dia mengatakan kalau kebahagiaan seorang pendeta itu tidak bergantung pada kondisi ekonominya.

Maka tak jarang ditemukan seorang pendeta yang ekonominya sederhana, tetapi tetap sukacita.

“Ada juga pendeta yang kaya raya kemudian hidupnya untuk pekerjaan tuhan dengan hidup yang rendah hati. Namun, ada juga yang sombong dan gaya hidup mewah dan mencari uang dipelayanannya,” katanya.

Sistem Gaji Pendeta

Pendeta Setyawan MTh membenarkan bahwa pendeta digaji dengan metode atau sistem penggajian berbeda di setiap gereja.

Sistem penggajian di gereja pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu full atau tetap dan tidak tetap.

Metode penggajian full diberikan secara tetap oleh pihak gereja per bulannya.

“Misalnya di Gereja Kristen Indonesia, Gereja Kristen Jawa, hingga Gereja Kristen Batak Protestan, itu pendetanya digaji full yang melayani pekerjaan tuhan,” katanya.




Dengan sistem gaji full, artinya mereka tak mempunyai pekerjaan lain atau sampingan selain menjadi pendeta yang melayani para jemaat.

SIstem penggajian lainnya adalah pendeta yang menerima uang dari pelayanannya.

Gaji Pendeta

gaji pendeta

Sumber: gkjw.or.id

Pdt. Setyawan MTh menerangkan bahwa gaji pendeta bisa berbeda-beda.

Untuk pendeta yang bekerja full melayani jemaat, gaji pendeta mulai dari Rp3 juta.

“Ada pendeta di Gereja Kristen Jawa melayani suatu gereja induk dengan tiga cabangnya, itu gajinya sekitar Rp3 juta,” tuturnya.

Selain gaji per bulan, mereka juga mendapat fasilitas rumah pastori untuk tinggal sehari-hari.

Pendeta Setyawan MTh menambahkan, ada juga pendeta yang melayani sebuah gereja besar dan digaji UMR.

“Bahkan ada yang kurang dari itu (UMR), tergantung dari kemampuan jemaat-nya juga,” katanya.

Untuk pendeta tidak tetap, mereka mendapatkan uang dari pelayanan atau persembahan.

“Contohnya sinode Gereja Bethel Indonesia atau GBI, seorang hamba tuhan merintis pelayanannya, maka pendapatannya dari persembahan itu. Ketika gerejanya kecil maka pendapatannya sedikit,” ujarnya.

Namun, menurut Pendeta Setyawan MTh, banyak juga pendeta yang digaji tidak tetap tetapi kaya raya karena memiliki usaha sampingan lain.

Bahkan, pendeta tersebut sudah kaya raya sebelum menjadi pendeta.

Pendeta kaya raya itu fokus menjadi hamba tuhan sehingga besar dan kecilnya gaji terkadang tidak jadi persoalan.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com jika kamu sedang mencari rumah impian.

Temukan segala kemudahan dalam mencari hunian karena kami #AdaBuatKamu.

Cek sekarang juga, salah satunya Alexandria Premiere Cimanggis!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts