Gaya Hidup Kesehatan

10 Fungsi Ginjal yang Penting bagi Tubuh Manusia dan Cara Merawatnya. Pangkal Panjang Umur!

4 menit

Membuang racun merupakan salah satu fungsi ginjal yang vital bagi kesehatan tubuh. Namun ternyata, organ ini masih memiliki fungsi lain yang baik untuk menjaga kesehatan manusia.

Selama ini kita pasti pernah mendengar sebuah mitos bahwa setiap manusia bisa bertahan hidup dengan satu ginjal.

Pernyataan ini masih kontroversial, mengingat fungsi dan manfaatnya yang sangat esensial bagi kesehatan tubuh.

Beberapa ahli medis menyangkal mitos di atas, tetapi tidak sedikit juga yang setuju.

Setuju atau tidak, kita tidak bisa menghiraukan pentingnya kinerja ginjal.

Tanpa ginjal, darah tidak akan tersaring, sehingga risiko keracunan pun lebih tinggi.

Letaknya yang terhempit di bawah tulang rusuk pun menjadikan banyak orang tidak sadar ketika ginjal sedang bermasalah.

Agar tidak terlambat, mari kita pelajari fungsi ginjal dan cara merawatnya pada ulasan berikut ini.

Apa Itu Ginjal?

ginjal

Ginjal adalah organ tubuh manusia yang terletak dekat punggung bagian tengah, tepatnya lagi di bawah tulang rusuk belakang.

Organ ini diciptakan sepasang, ginjal kanan dan kiri.

Setiap ginjal berukuran sebesar kepalan tangan, atau sekitar 10-13 sentimeter.

Ginjal memiliki 3 bagian, yaitu kotreks, medula, dan pelvis.

Selain itu, organ ini mengandung 1 juta nefron.

Nefron adalah saringan darah kecil yang terdiri atas tubulus kontortus distal, tubulus kontortus proximal, dan duktus koligentes.

Saringannya berfungsi untuk menyaring racun dan mengeluarkannya dalam bentuk urine.

Walaupun tergolong kecil, ginjal memiliki banyak peran penting dalam kesehatan tubuh.

Berikut adalah fungsi ginjal yang tidak bisa diabaikan.

Fungsi Ginjal bagi Tubuh Manusia

1. Mengontrol Kadar Gula di Dalam Darah

Ginjal adalah salah satu organ yang berperan dalam proses produksi hormon adrenalin dan insulin.

Kedua hormon tersebut dibutuhkan untuk menetralisir racun dan menstabilisasi kadar gula yang tinggi dalam darah.

Adrenalin yang aktif akan langsung menaikan kadar gula ketika jumlahnya terlalu rendah.

2. Membentuk Urin

buang air kecil

Fungsi ginjal satu ini sudah diketahui banyak orang, yaitu untuk memproduksi dan membentuk urin.

Urine terdiri dari zat-zat buangan dan racun yang sudah tidak dibutuhkan tubuh lagi, termasuk urea dan ammonia.

Tanpa urine, racun akan mengendap di dalam tubuh dan menyebabkan banyak penyakit dalam.

Salah satu penyakit ginjal paling berbahaya adalah batu ginjal.

Agar terhindar dari penyakit ini, kita harus rajin berolah raga dan minum air putih 8 gelas sehari.

Baca Juga:

8 Cara Mengobati Batu Ginjal di Rumah. Manjur, tanpa Operasi!

3. Menjaga Kadar Air

Tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kita dianjurkan memperbanyak minum air putih.

Namun, kadar air yang berlebih di dalam tubuh pun bisa berbahaya bagi kesehatan.

Jumlahnya dapat mempengaruhi dan mencemar konsentrasi darah.

Ketika jumlahnya sudah berlebihan, ginjal akan langsung menjalankan fungsi osmoregulasi atau proses pembuangan air jerning yang keluar dalam bentuk urine.

4. Menjaga Kadar Asam dan Basa

Selain menjaga kadar air di dalam tubuh, ginjal juga bisa mempertahankan kadar asam dan basa agar tetap stabil.

Apabila kadar salah satunya melebihi yang lain atau batas normal, ginjal akan mendorongnya keluar berbarengan dengan urine.

Fungsi ini akan melindungi tubuh dari beragam problema, seperti metabolisme tidak lancar, penyakit liver, dan asidosis.

5. Mengatur Kadar Kalium di Dalam Darah

kalium

Kalium merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh.

Namun, kita harus tetap menjaga jumlahnya agar tetap normal.

Kadar kalium yang berlebih dapat menyebabkan hiperkalemia.

Hiperkalemia adalah kondisi kesehatan berbahaya di mana otot jantung melambat karena kadar kalium di atas jumlah normal.

Tidak hanya melambat, jantung dapat berhenti seketika dan menyebabkan penyakit stroke atau berujung pada kematian.




Sementara itu, kekuragan kalium juga sama-sama berbahaya.

Tubuh akan lebih rentan terhadap banyak penyakit dan terasa lebih lemas dari biasanya.

6. Membentuk Sel Darah Merah

Fungsi ginjal selanjutnya adalah untuk merangsang pembentukan sel darah merah.

Ginjal membantu memproduksi hormon eritropoietin.

Hormon eritropoietin bekerja dengan cara merangsang sumsum tulang belakang untuk menggenjot lebih banyak sel darah merah.

Tanpa fungsi ini, tubuh akan kekurangan darah merah dan bisa menjadi penyebab demam berdarah jika dibarengi dengan imun yang rendah.

7. Membersihkan dan Menyaring Darah

Masih berhubungan dengan darah, fungsi organ ginjal selanjutnya cukup umum.

Ginjal membantu menyaring dan membersihkan darah dari senyawa tidak dikenal yang masuk melalui minuman dan makanan.

Nefron akan menyaring darah dengan cepat sebelum menyebarnya ke seluruh tubuh.

Racun dan senyawa asing kemudian akan dipisahkan dan dikeluarkan bersama urine.

8. Membantu Tulang Tetap Sehat

olahraga

Siapa sangka, ternyata peran ginjal juga dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

Menurut sebuah studi, ginjal memproduksi zat calcitriol.

Zat calcitriol adalah zat yang bertugas untuk menjaga jumlah fosfat dan kalsium di dalam tulang.

Kadar fosfat dan kalsium yang mencukupi akan menjauhkan kita dari beragam penyakit, terutama osteoporosis!

9. Organ Daur Ulang Tubuh

Sahabat 99, tahukah kamu kalau ginjal disebut dengan organ daur ulang tubuh?

Ya, ginjal mampu mengolah semua bahan yang masuk ke dalam tubuh dan mengubahnya menjadi zat-zat baik.

Zat-zat yang didaur ulang oleh ginjal termasuk garam, glukosa, dan asam amino.

Ginjal akan memastikan jika zat-zat tersebut dibutuhkan oleh tubuh.

Jika tubuh masih membutuhkan ketiga zat tersebut, ginjal akan mengedarkannya melalui pembuluh darah.

Sebaliknya, apabila tidak dibutuhkan, organnya akan membuang zat daur ulang tersebut keluar bersamaan dengan urine.

10. Mencegah Hipertensi

Ginjal mampu mencegah hipertensi dengan menjaga tekanan darah.

Selain insulin dan adrenalin, ginjal juga memproduksi hormon angiotensin dan renin.

Kedua hormon di atas berkaitan dengan tekanan darah.

Pasalnya, angiotensin dan renin dapat membantu menjaga kontraksi dan keregangan pembuluh darah di dalam tubuh kita.

Cara Merawat Ginjal

ginjal

Cara merawat ginjal ternyata tidak muluk-muluk.

Kita hanya perlu mempertahankan pola hidup sehat seperti minum air putih, berolahraga rutin, dan menghindari konsumsi tidak sehat.

Namun, ada satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk memastikan kesehatan ginjal, yaitu dengan pemeriksaan rutin.

Memeriksa keadaan ginjal akan membuat kita lebih yakin akan kesehatannya.

Ada dua macam tes ginjal yang disarankan, yaitu tes urine dan tes darah.

Tes Urine

Tes urine dilakukan dengan cara memeriksa kadar albumin, atau zat protein, di dalam air kencing.

Urine yang tidak mengandung albumin merupakan tanda ginjal sehat.

Sebab, albumin seharusnya beredar di dalam darah, tidak bersamaan dengan urine.

Tes ini dilakukan di klinik atau rumah sakit dan tidak memakan banyak waktu.

Tes Darah

Tes darah adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengukur kinerja bagian ginjal dalam menyaring darah.

Di dunia medis, tes ini dikenal dengan nama filtrasi glomerulus (GFR).

Prosesnya cukup sederhana, darah akan diuji dengan melihat kadar kreatinin.

Kadar kreatin yang lemah merupakan tanda bahwa ginjal sedang bermasalah.

Sedangkan kadar kreatin yang cukup dan berkembang merupakan tanda ginjal yang sehat dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga:

12 Obat Herbal Terbaik yang Ampuh untuk Mengatasi Segala Keluhan Penyakit

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang sedang mencari perumahan minimalis elite seperti Aster Village Ciwastra, langsung saja kunjungi 99.co/id




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts