Rumah Tips & Trik

5 Hal yang Harus Dilakukan Jika Ada Fogging Nyamuk di Rumah

3 menit

Sebagai salah satu cara menangkal penyakit DBD, ada beberapa orang yang secara kolektif melakukan fogging nyamuk. Jika di daerah Anda akan dilakukan hal yang sama, sebaiknya persiapkan dulu hal-hal ini. Agar tidak mengganggu kenyamanan Anda!

Fogging rumah biasanya dilakukan ketika musim hujan datang.

Pasalnya di waktu-waktu inilah nyamuk kerap bersarang dan bermanuver lebih aktif untuk menggigit manusia.

Akibatnya jumlah manusia yang terjangkit penyakit ini pun melonjak.

Supaya hal tersebut tak terjadi, warga di sebuah daerah kerap melakukan upaya fogging nyamuk.

Asap tebalnya kadang bikin sesak.

Maka itu perhatikan hal-hal di bawah ini bila melakukan fogging di dalam rumah maupun luar rumah.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Fogging Nyamuk di Rumah

1. Memasukkan Baju ke Dalam Tempat Kedap

baju dan kaos kaki di dalam lemari

Nah, apabila di lingkungan rumah diumumkan akan dilakukan fogging, yang pertama Anda lakukan adalah…

…memasukkan seluruh benda yang rentan terkena bau ke dalam tempat tertutup atau kedap.

Contohnya, pakaian Anda dan seluruh anggota keluarga.

Tutupi pakaian tersebut dengan plastik atau kain.

Selanjutnya tutup lemari Anda rapat-rapat.

Anda juga bisa pakaian yang belum disetrika ke dalam kontainer plastik berukuran besar.

2. Mengamankan Peralatan Makanan

piring dalam rak

Selanjutnya, simpan segala makanan dan minuman ke dalam kulkas atau kabinet penyimpanan.

Anda juga bisa menutupi makanan dengan plastik wrap atau kertas aluminium sebelum dimasukkan ke dalam lemari.

Baca Juga:

5 Khasiat Tanaman Zodia untuk Kesehatan. Bisa Usir Nyamuk Demam Berdarah!

3. Melindungi Diri dari Bahaya Fogging

pria menggunakan masker

Setelah menyimpan segala benda yang rentan terkena bau dari asap fogging, langkah selanjutnya yang cukup penting dilakukan adalah melindungi diri Anda.

Sebab, selain berbau, asap fogging mengandung bahan insektisida yang beracun seperti, malathion dan solar.

Maka itu, kenakan masker yang menutupi area hidung dan mulut. Anda juga bisa menutupi rambut dengan shower cap atau pashmina agar rambut tidak terkena baunya.

Akan lebih baik lagi jika Anda tidak berada di dalam rumah saat pengasapan berlangsung.




Setelah proses fogging di rumah selesai, tunggu sekitar satu jam untuk masuk kembali ke dalam rumah.

4. Buka Ventilasi Rumah Selebar-lebarnya

Fogging

Bau asap bisa saja tertinggal di dalam rumah setelah proses tersebut berlangsung.

Kerap kali lantai rumah pun akan terasa licin.

Maka itu, agar rumah kembali terasa segar dan bersih, maksimal bukaan pada tiap ventilasi yang ada di rumah Anda.

Hal yang pertama, buka jendela serta pintu lebar-lebar agar asap serta bau tersirkulasi dengan udara segar dari luar.

Anda juga bisa menggunakan bantuan berupa kipas angin atau blower untuk kembali menyegarkan ruangan.

5. Bersihkan Residu Fogging Nyamuk di Rumah

Fogging

Selanjutnya, sapu dan pel lantai di rumah.

Jika Anda merasa meja kaca, kaca jendela, atau benda lainnya terasa licin, bersihkan bagian tersebut dengan cara mengelapnya dengan kain basah.

Jika pada saat proses fogging Anda serta keluarga berada di sekitar rumah, sebaiknya segera ganti baju lalu mandi hingga bersih sehingga tidak ada sisa asap insektisida yang menempel.

Setelah itu, cuci baju yang Anda gunakan saat proses berlangsung secara terpisah dengan baju-baju lainnya.

Apabila ada alat makan yang lupa tersimpan ke dalam lemari saat fogging berlangsung…

…Cuci peralatan tersebut hingga bersih dengan menggunakan air serta sabun cuci.

Baca Juga:

Mengenal Fase Daur Hidup Nyamuk dan Cara Memutusnya. Rumah Lebih Sehat!

Tentang Fogging di Rumah

Fogging

Fogging atau pengasapan dengan fokus pada suatu lokasi dalam radius tertentu.

Aktivitas ini biasanya akan dilakukan pada waktu selain pukul 08.00-11.00 dan sekitar pukul 14.00-17.00.

Pada jam tersebut, nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD tengah aktif-aktifnya sehingga dapat dengan mudah menghindari asap.

Sebenarnya, untuk melakukan proses ini tidaklah sembarangan.

Aktivitas ini hanya dapat dilakukan ketika di sebuah daerah ditemukan lebih dari satu orang yang terjangkit penyakit DBD.

Pemerintah pun disebut-sebut telah melarang fogging yang dilakukan terus-menerus.

Alasannya, lingkungan di sekitar perumahan akan tercemar, dapat menyebabkan keracunan pada masyarakat, serta menimbulkan resistensi.

Semoga tips ini dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan Anda, Sahabat 99.

Jangan lupa, share artikel ini ke media sosial Anda sambil mention akun 99.co Indonesia ya!

Terus kunjungi halaman berita properti 99.co Indonesia untuk mendapatkan ulasan menarik serta berguna lainnya.




Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih.

Related Posts