Berita Berita Properti

Catat, Ini 7 Faktor Penentu Kenaikan Harga Tanah di Pasaran dan Proyeksi 2021. Teliti Sebelum Investasi!

3 menit

Apakah kamu berencana membeli tanah dalam waktu dekat? Jika iya, pahami dulu faktor yang memengaruhi kenaikan harga tanah termasuk proyeksi dan daerah yang kenaikan harganya cukup pesat.

Sahabat 99, banyak yang bilang bahwa capital gain dari investasi tanah sangat menggiurkan bahkan bisa mencapai 25 persen.

Namun, ada hal yang harus kamu perhatikan saat kamu ingin berinvestasi dalam bentuk tanah.

Tak sedikit yang pada akhirnya salah langkah sehingga tanah tersebut tak terjual dengan cepat.

Ini karena investasi properti adalah investasi yang tidak likuid, berbeda dengan investasi saham, emas, reksadana atau obligasi.

Namun, naiknya harga tanah atau lahan tiap tahunnya di semua daerah membuat orang tertarik berinvestasi di sektor ini.

Investasi tanah tak kalah untungnya dengan jenis investasi lain.

Ambil contoh ketika harga lahan di wilayah Penajam Paser Utara dan  Kutai Kartanegara mengalami kenaikan hingga 400 persen dalam satu bulan.

Ini saat lokasi tersebut diumumkan sebagai lokasi ibu kota negara (IKN).

Jadi, sebelum kamu berinvetasi maka ketahui dulu apa saja faktor yang turut memengaruhi harga tanah.

7 Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Harga Tanah

tanah dijual

sumber: pinterest.com

1. Lokasi

Faktor lokasi merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap kenaikan harga.

Bayangkan, jika lokasi tersebut jauh dari fasilitas lain dan susah dijangkau maka jangan harap tanah tersebut terjual dengan cepat.

Bahkan, kenaikannya pun cukup lambat.

Ini berbeda jika lokasi tanah tersebut berada di lokasi strategis dan terjangkau.

Misalnya, dekat dengan pusat kota; fasilitas sekolah; perguruan tinggi; perkantoran; rumah sakit; pusat belanja; transportasi umum; dan jalan tol.

Maka, tanah tersebut akan cepat terjual dengan nilai investasi tinggi.

Ini karena pengembang akan berpikir bahwa tanah yang lokasinya bagus tersebut dapat dibangun properti.

Apalagi, jika tanah itu terletak di kawasan padat penduduk.

Hal ini karena aktivitas ekonomi di kawasan padat biasanya berputar dengan cepat.

2. Permintaan

Faktor lain yang memengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan.

Salah satunya adalah permintaan properti.

Di daerah penyangga, permintaan properti khususnya perumahan terus bergerak.

Sejalan dengan itu, harga juga bisa terdorong naik.

Pesatnya pembangunan properti ini turut berimbas pada harga lahan.

Menurut Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit, faktor permintaan pasar ini berasal dari seluruh sektor properti.

Ini mulai dari residensial (perumahan dan apartemen) dan komersial (perkantoran, kawasan industri, pertokoan, mal, ruko, rukan).

“Kalau tumbuh positif maka harga tanah akan naik. Begitu pula sebaliknya kalau pertumbuhannya stagnan atau turun maka harga juga akan stagnan atau turun,” katanya pada 99.co Indonesia.

harga tanah naik

sumber: onthemarket.com

3. Penguasaan Pengembang

Pengusaan lahan oleh pengembang terutama oleh pengembang besar bisa menjadi faktor lain.

Biasanya, mereka membeli tanah untuk kemudian dijadikan cadangan lahan (landbank).




Ada juga yang membeli lahan kemudian diolah dan dijual kembali dengan kenaikan dua hingga tiga kali lipat.

Ini biasanya sudah dalam bentuk tanah  kaveling alias tanah matang.

Dengan cara ini, maka keuntungan yang didapatkan pun berlipat ganda.

4. Objek di Atas Tanah

Meningkatnya harga lahan juga ternyata bisa dipengaruhi oleh keberadaan objek-objek yang terletak di atas tanah tersebut.

Ini bisa berupa bangunan yang semi-permanen maupun tanaman yang bernilai ekonomis.

Misalnya, kopi, cokelat, sayur-sayuran maupun buah-buahan.

Dengan adanya objek yang berproduktif tersebut maka turut berimbas pada nilai jual tanah.

Ini berbeda jika tanah tersebut berupa lahan kosong sehingga penafsiran terhadap nilai juga tak terlalu besar.

jual tanah

sumber: landflip.com

5. Tidak Rawan Bencana Alam

Perlu diakui, faktor penentu harga jual tanah yang tinggi salah satunya adalah tidak rawan bencana.

Miusalnya bebas bencana alam seperti banjir, longsor, atau erupsi gunung merapi.

Kadangkala, pemilik tanah sering melakukan gimik bahwa area tanah tidak rawan dari bencana alam.

6. Biaya Pematangan

Tak dipungkiri, harga lahan yang melejit juga sejalan dengan biaya pematangan atau administrasi yang juga tinggi.

Banyak biaya-biaya administratif dan hitungan yang perlu ditambahkan ke dalam harga lahan saat melakukan transaksi.

Beberapa di antaranya pajak pertambahan nilai (PPN), biaya akta jual beli, notaris, serta sertifikat.

Kemudian, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan perhitungan inflasi per tahunnya.

Sederhananya, kamu tidak hanya membayar biaya pembelian tanah, namun juga biaya registrasi yang menyertainya.

Dalam kata lain, ini untuk biaya-biaya sertifikasi hingga perizinan guna pematangan lahan supaya tanah yang dibeli terbebas dari persoalan.

7. Faktor Ekonomi dan Sosial

Berdasarkan buku Basic Real Estate Appraisal dari Richard M Betts, faktor yang dapat memengaruhi
nilai tanah juga berasal dari faktor sosial dan ekonomi.

Faktor ekonomi seperti tingkat pendapatan masyarakat, perubahan nilai mata uang dan tingkat suku bunga, pengembalian investasi, penawaran, dan permintaan.

Sementara faktor sosial seperti pertumbuhan populasi, standar tempat tinggal, peraturan lingkungan, hingga peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Proyeksi Kenaikan Harga Tanah 2021

Bagaimana dengan prospek dan tren kenaikan harga lahan pada 2021 ini?

Panangian mengatakan bahwa hal ini bergantung pada pertumbuhan PDB nasional.

“Ini karena seluruh jenis properti sifatnya merupakan derived demand sector maka pertumbuhannya bergantung pada pertumbuhan PDB nasional,” ujarnya.

Pada 2020, harga tanah mengalami stagnan bahkan terjadi koreksi.

Namun, tahun ini diproyeksi akan pulih secara bertahap bergantung pertumbuhan PDB 2021.

“Kalau bisa tumbuh 4 persen maka harga tanah untuk seluruh sektor secara umum akan naik 5 persen. Mengapa? Karena selama 20 tahun terakhir growth elasticity harga tanah di Indonesia sekitar 1,1-1,25,terhadap laju PDB,” ujarnya.

Panangian juga menyebut kenaikan harga tanah paling tinggi berada di lokasi pertumbuhan permintaan yang juga paling tinggi.

Selain itu, di lokasi pertumbuhan ekonomi paling tinggi, misalnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa timur.

***

Demikianlah faktor yang memengaruhi naiknya harga tanah.

Semoga artikel ini membantu.

Jangan lupa, ikuti terus tulisan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari tanah hanya di www.99.co/id.




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts