Berita Ragam

4 Fakta Menjelang Soeharto Wafat yang Jarang Diketahui Publik. Dari Foto Hingga Isi Pesan Terakhir!

2 menit

Sebelum Soeharto meninggal, ada beberapa cerita menarik yang diungkapkan oleh sang anak, Mbak Tutut. Begini kisah lengkapnya…

Presiden Republik Indonesia yang ke-2, Soeharto, tutup usia pada 27 Januari 2008.

Sang presiden meninggal dunia di usia yang ke-86 karena kesehatannya yang memburuk.

Saat hari-hari menjelang wafat, putri Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, menceritakan beberapa kisah menarik dari ayahnya.

Cerita tersebut Mbak Tutut tulis lewat blog pribadinya dengan judul: ‘Saat-Saat Terakhir Bapak Bersama Kami’.

Apa saja cerita menarik itu?

Untuk mengetahuinya, simak lewat artikel berikut ini!

4 Fakta Menjelang Soeharto Wafat

foto terakhir soeharto

Sumber: tututsoeharto.id

1. Minta Piza

Dua hari menjelang wafat, Presiden Soeharto mempunyai permintaan unik, yakni minta dibelikan piza.

Permintaan itu sempat membuat bingung anak-anaknya, sebab sang presiden meminta piza di malam hari.

“Titiek dan Mamiek sibuk minta bantuan temannya untuk mencarikan piza sampai dapat,” tulis Mbak Tutut, di laman tututsoeharto.id.

Mbak Tutut lalu menulis, jika pizaa tersebut akhirnya didapat.

Alasan Soeharto minta dibelikan pzza karena ia ingin merayakan ulang tahun sang anak, yaitu Mbak Tutut sendiri.

“Alhamdulillah masih ada yang buka. Bapak memangil kami berkumpul, untuk makan bersama Pizza tersebut. Tiba-tiba bapak menyanyikan lagu “Panjang Umurnya”. Rupanya bapak ingat, bahwa pada bulan Januari ada anaknya yang ulang tahun, yaitu saya, pada tanggal 23 Januari. Kami menemani bapak makan Pizza. Bapak dhahar satu potong pizza dengan lahap,” ungkap Mbak Tutut.

2. Foto Terakhir Bersama Bapak…

Seusai memakan pizza, Mbak Tutut bersama Soeharto dan seluruh saudaranya sempat foto bersama.

Siapa sangka, jika foto tersebut rupanya adalah gambar terakhir yang diabadikan bersama ke-6 anaknya.

“Alhamdulillah, malam itu Titiek membawa HP ke kamar rawat bapak. Jadi kami sempat berfoto bersama. Kami tidak pernah mengira, bahwa itu foto kami berenam terakhir dengan bapak. Bila malam itu Titiek tidak membawa HP-nya, mungkin kami tidak punya kenangan terakhir dengan bapak yang dapat kami abadikan,” tulis Mbak Tutut.

3. Ingin Menghadap Kiblat

Cerita yang ditulis oleh Mbak Tutut juga mengungkap, jika Soeharto meminta tempat tidurnya menghadap kiblat, beberapa malam menjelang meninggal dunia.




Menurut Mbak Tutut, sang bapak ingin melakukan salat tahajud, seperti yang dilakukan Soeharto setiap malam selama bertahun-tahun.

“Bapak menjawab pelan tapi tegas: “Saya mau menghadap kiblat.”

Akhirnya, kami ikuti keinginan bapak. Suweden, salah seorang yang selalu setia menemani bapak, dibantu Sigit memutar tempat tidur menghadap kiblat. Dan bapak melakukan ibadah sholat tahajud. Subhannalloh,” kenang Mbak Tutut.

4. Pesan-Pesan Terakhir Soeharto

Satu hari sebelum Soeharto wafat, Mbak Tutut mencerita pesan-pesan terakhir dari ayahnya.

Berikut isi pesan tersebut:

“Kamu dengarkan wuk. Kamu anak bapak yang paling besar, sepeninggal bapak nanti, tetap jaga kerukunan kamu dengan adik-adikmu, cucu-cucu bapak dan saudara-saudara semua. Kerukunan itu akan membawa ketenangan dalam hubungan persaudaraan, dan akan memperkuat kehidupan keluarga. Selain itu Allah menyukai kerukunan. Ingat pesan bapak…, tetap sabar, dan jangan dendam. Allah tidak sare (tidur),” bapak memberi nasehat dengan lirih.

Saya tak dapat menahan air mata saya, tapi saya tidak mau bapak terbebani juga dengan kesedihan saya, saya sampaikan ke bapak: “Bapak jangan ngendiko (bicara) begitu.”

Bapak memegang tangan saya sambil berucap: “Jangan sedih, semua manusia pasti akan kembali kepada-Nya. Tinggal waktunya berbeda. Bapak tidak akan hidup selamanya. Kamu harus ikhlas, Insya Allah kita akan bertemu suatu saat nanti, di alam lain. Dekatlah, dan bersenderlah (bersandar) selalu kalian semua hanya kepada ALLAH. Karena hanya Dia yang pasti bisa membawa kita ke sorga. Doakan bapak dan ibumu.”

Saya terdiam takut, tak dapat menahan air mata.

Setelah istirahat sebentar, bapak melanjutkan pesannya: “Bapak bangga pada kalian semua anak-anak bapak. Selama ini menemani bapak terus. Bapak menyayangi kalian semua, tapi bapak harus kembali menghadap ILLAHI,” bapak berhenti sebentar terlihat capek, tapi saya tidak berani memotongnya, lalu bapak meneruskan lagi bicaranya.

“Teruskan apa yang sudah bapak lakukan, membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita. Jaga baik-baik yayasan yang bapak bentuk. Manfaatkan sebanyak-banyaknya untuk membantu masyarakat,” berhenti sejenak. “Jangan kalian pakai untuk keperluan keluarga.”

“Wis wuk, bapak capai, mau istirahat dulu.”

Hingga akhirnya, pada keesokan hari, pukul 13.10, 27 Januari 2008, Soeharto meninggal dunia dan dimakamkan di Astana Giribangun.

***

Itulah beberapa cerita yang terjadi sebelum Presiden Indonesia ke-2 Soeharto wafat.

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Dapatkan rekomendasi properti terbaik hanya di www.99.co/id.

Cek sekarang juga!




Insan Fazrul

Penulis 99.co Indonesia. Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, melanjutkan karier sebagai penulis lepas yang fokus dengan tema gaya hidup dan sepak bola. Kini, sepenuhnya menulis di Blog 99.co Indonesia dengan banyak membahas seputar properti, khususnya desain rumah.
Follow Me:

Related Posts