Berita Ragam

Cara Melakukan Eksplorasi Penyebab Masalah dan Contohnya. Guru Wajib Tahu!

3 menit

Seorang guru harus tahu bagaimana cara melakukan eksplorasi penyebab masalah. Jika belum tahu, cek artikel yang satu ini!

Eksplorasi penyebab masalah atau akar masalah adalah istilah yang sering digunakan oleh guru ketika menjalani Pendidikan Program Profesi Guru (PPG).

PPG dibuat oleh pemerintah untuk mempersiapkan tenaga pendidik agar dapat mencapai tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itu, semua guru diharapkan mengerti apa itu akar masalah agar mereka bisa lulus PPG.

Simak pengertian, cara melakukan, dan contoh eksplorasi penyebab masalah di bawah ini!

Pengertian Eksplorasi Penyebab Masalah

pengertian eksplorasi penyebab masalah

sumber: scribdassets.com

Guru adalah profesi yang menjunjung tinggi asas profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dalam mengajar dan mendidik peserta didik.

Salah satu tugas guru adalah melakukan eksplorasi penyebab masalah di lingkungan belajar siswa dan menemukan solusi dari masalah tersebut.

Eksplorasi yang harus dilakukan guru bisa berupa menelusuri masalah melalui jurnal penelitian atau hsail wawancara.

Jurnal penelitian dapat ditemukan dengan mudah di internet atau di perpustakaan.

Sementara wawancara dapat dilakukan pada siswa di sekolah tempat guru mengajar.

Setelah mengeksplorasi penyebab masalah, guru bisa menganalisis dan menyelidikan akar masalah tersebut.

Kemudian guru dapat menyimpulkan solusi terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Cara Melakukan Eksplorasi Penyebab Masalah

Lalu, bagaimana cara melakukan eksplorasi penyebab masalah tersebut?

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menemukan akar masalah di dunia pendidikan, seperti:

  • Kategorikan masalah yang telah teridentifikasi
  • Terapkan kajian literatur untuk mengeksplor akar masalah yang telah teridentifikasi
  • Lakukan wawancara terkait masalah yang didapatkan, seperti wawancara dengan kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, penulis buku ajar, siswa, orang tua siswa, dan masih banyak lagi.
  • Terapkan diskusi terkait hasil wawancara dan kajian literatur.
  • Lakukan presentasi dari hasil analisis wawancara yang sudah diidentifikasi dan ditemukan penyebabnya.
  • Berdiskusi dengan beragam pihak untuk mengatasi masalah tersebut.

Cara melakukan eksplorasi penyebab masalah tersebut dapat menjadi panduan ketika menerapkan praktik pencarian akar masalah di lapangan.

Dengan mengikuti langkah dan menemukan masalah yang muncul, tujuan pendidikan nasional bisa tercapai dengan maksimal.

Contoh Eksplorasi Penyebab Masalah

contoh eksplorasi penyebab masalah

sumber: fliphtml5.com

Berikut adalah contoh eksplorasi penyebab masalah:



LK. 1.2. Eksplorasi Penyebab Masalah

No Masalah yang telah diidentifikasi Hasil eksplorasi penyebab masalah Analisis eksplorasi penyebab masalah
1. 1. Beberapa peserta didik masih memiliki pemahaman yang rendah dalam pembelajaran Kajian literatur:

Pemahaman adalah suatu proses aktif yang terjadi pada individu dalam menghubungkan informasi yang baru dengan pengetahuan yang lama melalui koneksi fakta (Faye, 2014:38).

 

Sulistyanto (2009) menyatakan bahwa mutu pendidikan dapat ditentukan oleh pendekatan-pendekatan yang digunakan para guru dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.  Ketepatan dalam menggunakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan dapat membangkitkan motivasi dan minat siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan, serta terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.

 

Wawancara dengan Kepala Sekolah: 1. Pembelajaran yang cenderung didominasi oleh guru, sehingga proses pembelajaran hanya berjalan satu arah saja. 2. Tingkat keaktifan peserta didik dalam pembelajaran rendah. 3. Peserta didik jarang mengajukan pertanyaan, sehingga siswa sulit memahami materi yang mereka pelajari.

Setelah dianalisis, rendahnya pemahaman peserta didik karena:

1. Kurangnya pendekatan personal terhadap peserta didik dalam pembelajaran.

2. Kurangnya konsentrasi peserta didik selama proses pembelajaran.

3. Rendahnya pemahaman konsep dan kurangnya kedisiplinan peserta didik

2. Rendahnya kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran Kajian literatur: Roger B.  Yepsen Jr. (1996) mengatakan bahwa kreativitas merupakan kapasitas untuk membuat hal yang baru Menurut Mihaly Csikszentmihalyi (1996) bahwa orang yang kreatif adalah orang yang berpikir atau bertindak mengubah suatu ranah atau menetapkan suatu ranah baru (Drs.  Dedi Djunaedi, Pikiran Rakyat, 10 Januari 2005).

 

Wawancara dengan Kepala Sekolah: 1. Guru belum sepenuhnya memberikan kesempatan siswa untuk mencari cara yang menurut mereka lebih mudah. 2. Belum banyak guru yang menerapkan metode yang tepat untuk dapat mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Pembelajaran yang dilakukan menjenuhkan peserta didik dan tidak menyenangkan

Setelah dianalisis, rendahnya kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran karena:

1. Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk mencari cara yang menurut mereka lebih mudah

2. Guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak

3. Metode mengajar guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar, seperti guru tidak menggunakan metode yang bervariasi.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Baca artikel menarik lainnya di Berita.99.co.

Kunjungi laman Google News kami untuk dapatkan berbagai informasi terbaru.

Temukan beragam pilihan rumah idaman di www.99.co/id karena pencariannya pasti #segampangitu.




Shafira Chairunnisa

Lulusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan dan pernah bekerja sebagai jurnalis di media nasional. Sekarang fokus menulis tentang properti, gaya hidup, desain, dan politik luar negeri. Senang bermain game di waktu senggang.
Follow Me:

Related Posts