Berita Ragam

7 Dongeng Sunda Pendek Penuh Pesan Moral yang Cocok untuk Anak. Inspiratif!

5 menit

Ada banyak cerita rakyat sunda yang menarik untuk kamu pelajari. Tidak hanya menghibur, alur ceritanya juga penuh dengan pesan moral. Berikut sejumlah dongeng sunda pendek yang bisa kamu pelajari!

Cerita dongeng biasanya kita bacakan untuk anak sebelum ia tidur.

Namun, ada beberapa orang yang baru mengenalnya setelah menginjak usia sekolah.

Padahal, cerita dongeng memiliki beragam pesan moral yang inspiratif, lo.

Misalnya saja seperti cerita dongeng sunda pendek berikut ini!

6 Dongeng Sunda Pendek yang Penuh Makna

1. Cerita Dongeng Lutung Kasarung

sinopsis dongeng sunda Lutung Kasarung

Sumber: pikiran-rakyat.com

Dongeng ini bercerita mengenai Purbasari, anak dari raja bernama Prabu Tapa Agung.

Ia terusir dari kerajaan karena sang kakak, Purbalarang, mencelakainya dengan ilmu hitam.

Ini mengakibatkan seluruh tubuhnya penuh dengan totol hitam sehingga sang ayah terpaksa mengasingkannya ke hutan.

Di hutan ia bertemu dengan seekor kera hitam bernama Lutung Kasarung yang membantunya untuk menghilangkan kutukan tersebut.

Namun saat Purbalarang mengetahui adiknya sudah sembuh, ia berusaha mencegahnya kembali ke kerajaan.

Salah satu caranya adalah dengan memberi tantangan ‘siapa yang memiliki tunangan paling tampan’.

Siapa sangka, Lutung Kasarung yang merupakan tunangan Purbasari kemudian muncul dalam wujud pria tampan.

Hal ini membuat Purbalarang akhirnya menyerah dan mengakui seluruh kesalahannya.

Pesan Moral:

Melalui cerita ini, kita mendapat pengingat bahwa bagaimanapun kebenaran pasti akan terungkap.

Selain itu, kebaikan hati akan selalu menang melawan kejahatan.

2. Asal Usul Talaga Warna

dongeng sunda talaga warna singkat

Sumber: scribd.com

Alkisah, di Jawa Barat ada Raja dan Permaisuri yang kesulitan untuk memiliki keturunan.

Ketika akhirnya Permaisuri hamil dan melahirkan bayi perempuan, seluruh kerajaan turut bahagia serta menyayangi sang Putri.

Oleh sebab itu di ulang tahun ke-17 sang Putri, mereka menyiapkan seuntai kalung dengan permata warna-warni sebagai hadiah.

Sayangnya, ia malah menepis kalung tersebut hingga benangnya putus.

Melihat hal ini Permaisuri dan rakyat pun menangis hingga tiba-tiba muncul mata air di tengah kerajaan.

Mata air ini terus mengalir hingga membentuk danau dengan warna-warni menyerupai batu permata.

Danau inilah yang kemudian kita kenal sebagai Talaga Warna

Pesan Moral:

Dongeng sunda pendek ini merupakan pengingat agar kita selalu menghargai pemberian orang lain.

Tidak hanya itu, kesabaran Raja dan Permaisuri bisa kita teladani untuk kehidupan sehari-hari.

3. Cerita Dongeng Sunda Sireum Jeung Japati

dongeng sunda pendek Sireum Jeung Japati

Sumber: scribd.com

Selanjutnya, ada kisah sireum jeung japati alias semut dan burung merpati.

Dahulu kala, ada semut yang terjatuh ke air ketika tengah minum di sisi sungai.

Seekor merpati baik hati kemudian menolongnya dengan menyodorkan daun sebagai pegangan.

Daun itu merpati tarik hingga ke tepi sungai agar semut bisa naik ke permukaan.

Setelah semut berterima kasih, keduanya lantas menlanjutkan perjalanan masing-masing.

Beberapa hari kemudian, semut melihat seorang pemburu tengah mengincar merpati yang menyelamatkannya.

Ia lantas menggigit kaki pemburu dan memperingatkan merpati mengenai bahaya tersebut sebagai bentuk balas budi.

Pesan Moral:

Cerita fabel ini mengajarkan kita untuk selalu menolong seseorang yang kesusahan.

Niscaya, kebaikan itu suatu hari akan kembali kepada kita di waktu yang tidak terduga.

4. Dongeng Sunda tentang Bebek Emas

dongeng sunda entog emas

Sumber: lebak-wangi.blogspot.com

Dahulu kala, ada seorang petani miskin yang hidup bersama bebek miliknya dan terkenal sebagai pekerja keras.

Ia lantas berdoa kepada Tuhan agar menjadi kaya sehingga bisa makan apa pun.

Siapa sangka doanya terkabul dan bebek yang ia miliki mulai bertelur emas setiap hari.

Kondisi keuangannya seketika berubah drastis, tetapi ini malah membuatnya jadi pemalas.

Saking malasnya, ia memutuskan untuk menyembelih sang bebek karena enggan bolak-balik mengambil telur.

Pikirnya, ia bisa sekaligus mengambil seluruh emas di dalam tubuh sang bebek jika memotongnya.




Siapa sangka bebek tersebut malah mati dan ia kehilangan seluruh hartanya karena tidak pandai mengelola uang.

Pesan Moral:

Kisah di atas mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan tidak tamak.

Jangan sampai kita gelap mata dan rela melakukan apapun hanya demi kekayaan instan.

Pasalnya, ketamakan hanya akan merugikan diri sendiri di masa depan.

5. Asal Usul Situ Bagendit

asal usul situ bagendit

Sumber: travelspromo.com

Alkisah, di utara kota Garut hidup seorang janda bernama Nyi Endit.

Ia memiliki banyak uang, tetapi terkenal sebagai pribadi yang kikir dan sombong .

Ketika musim paceklik tiba, Nyi Endit sibuk berpesta tanpa memikirkan keadaan warga desa lainnya.

Suatu hari, di tengah pestanya seorang pengemis datang dan menegurnya karena sangat serakah.

Ia lalu menantang Nyi Endit serta para pengawal untuk mencabut sebatang ranting yang tertancap di tanah.

“Jika kau bisa mencabutnya kau termasuk orang-orang yang mulia di dunia ini,” ujar si pengemis.

Tentu saja Nyi Endit gagal memenuhi tantangan tersebut.

Si pengemis kemudian menariknya sendiri dan dari lubang yang ia buat keluar banyak air.

Air tersebut menenggelamkan seluruh desa hingga membentuk danau bernama Situ Bagendit.

Pesan Moral:

Sifat kikir dan sombong hanya akan mencelakai diri kita sendiri.

Ingatlah bahwa segala yang ada di dunia hanyalah titipan Tuhan semata.

6. Gagak yang Ingin Dipuji

dongeng sunda gagak hayang kapuji

Sumber: scribd.com

Suatu hari, ada gagak yang mencuri dendeng dari tempat penjemuran.

Saat ia terbang dengan dendeng di mulutnya, gagak berpapasan dengan seekor anjing.

Anjing yang ingin merebut dendeng sang gagak pun mulai mengeluarkan pujian-pujian untuknya.

Gagak yang menyukai pujian tersebut, tanpa sadar mengeluarkan bunyi “gaak, gaak” hingga makanan di mulutnya terjatuh.

Di momen inilah anjing langsung mengambil dendeng tersebut dan membawanya menjauh.

Meninggalkan gagak yang menyesali perilakunya sendiri hingga kehilangan makanan kesukaannya.

Pesan Moral:

Dongeng sunda pendek satu ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terbuai oleh pujian.

Pasalnya, bisa jadi orang yang memberi pujian memiliki niatan buruk.

Penting untuk selalu waspada agar orang lain tidak mudah mengambil keuntungan dari diri kita.

7. Dongeng Sunda Si Kabayan

kisah di kabayan dan nangka

Sumber: youtube.com/Adinda Mia

Suatu hari, Kabayan diminta oleh mertuanya untuk memetik buah nangka yang sudah matang.

Dengan berat hati, ia mengiyakan permintaan mertuanya tersebut dan berangkat menuju pohon nangka di pinggir sungai yang batangnya menjorok di atas sungai.

Sesampainya di sana, Si Kabayan berusaha untuk mengambil satu buah nangka yang sudah tua dan besar.

Namun, karena nangkanya terlalu besar, ia tidak kuat mengangkatnya.

Sebagai solusi, ia lantas menghanyutkan nangka tersebut di air sungai.

“Pulang duluan ya, kan sudah besar,” ujar Kabayan kepada nangka.

Sesampainya di rumah, mertuanya merasa bingung melihat Si Kabayan yang pulang dengan tangan kosong.

Karena penasaran, ia bertanya kemana perginya buah nangka yang diminta, “Bagaimana, dapat nangkanya?”

“Dapat, dong. Besar dan tua lagi,” jawab Kabayan.

“Mana nangkanya? Kok kamu pulang tidak membawa apa-apa?” tanya mertuanya lagi.

“Loh, belum datang ya? Padahal aku tadi sudah memintanya untuk berjalan duluan ke rumah. Ternyata buah nangka itu belum sampai juga,” ucap Kabayan.

Sang mertua yang kebingungan lantas memintanya menjelaskan kembali.

“Jadi, tadi aku sudah memetik nangkanya, tetapi karena terlalu berat, aku menghanyutkannya di sungai agar pulang sendiri,” jelas Kabayan.

“Kamu jangan bercanda! Tidak ada ceritnya, nangka bisa pulang sendiri,” ujar mertuanya kesal.

“Hah, yang bodoh itu nangka itu, udah tua masa nggak tau jalan pulang,” kata Si Kabayan sambil melengos pergi.

Pesan Moral:

Kisah di atas merupakan pengingat bahwa kemalasan hanya akan membawa kerugian pada diri kita.

Mencari solusi terbaik ketika menghadapi masalah memang hal yang baik, tetapi pastikan solusi tersebut logis.

***

Dari dongeng-dongeng sunda pendek di atas, kita bisa belajar untuk senantiasa menjadi orang baik.

Kebaikan akan selalu berbalas kebaikan dan begitu pula sebaliknya, Property People.

Temukan artikel menarik lainnya hanya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi juga 99.co/id dan Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impian.

Ada beragam penawaran menarik seperti Puri Harmoni Residence di Deli Serdang.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts