Berita Ragam

6 Dongeng Sunda Pendek Penuh Pesan Moral yang Cocok untuk Anak. Inspiratif!

4 menit

Ada banyak cerita rakyat sunda yang menarik untuk kamu pelajari. Tidak hanya menghibur, alur ceritanya juga penuh dengan pesan moral. Berikut sejumlah dongeng sunda pendek yang bisa kamu pelajari!

Cerita dongeng biasanya kita bacakan untuk anak sebelum ia tidur.

Namun, ada beberapa orang yang baru mengenalnya setelah menginjak usia sekolah.

Padahal, cerita dongeng memiliki beragam pesan moral yang inspiratif, lo.

Misalnya saja seperti cerita dongeng sunda pendek berikut ini!

6 Dongeng Sunda Pendek yang Penuh Makna

1. Cerita Dongeng Lutung Kasarung

sinopsis dongeng sunda Lutung Kasarung

Sumber: pikiran-rakyat.com

Dongeng ini bercerita mengenai Purbasari, anak dari raja bernama Prabu Tapa Agung.

Ia terusir dari kerajaan karena sang kakak, Purbalarang, mencelakainya dengan ilmu hitam.

Ini mengakibatkan seluruh tubuhnya penuh dengan totol hitam sehingga sang ayah terpaksa mengasingkannya ke hutan.

Di hutan ia bertemu dengan seekor kera hitam bernama Lutung Kasarung yang membantunya untuk menghilangkan kutukan tersebut.

Namun saat Purbalarang mengetahui adiknya sudah sembuh, ia berusaha mencegahnya kembali ke kerajaan.

Salah satu caranya adalah dengan memberi tantangan ‘siapa yang memiliki tunangan paling tampan’.

Siapa sangka, Lutung Kasarung yang merupakan tunangan Purbasari kemudian muncul dalam wujud pria tampan.

Hal ini membuat Purbalarang akhirnya menyerah dan mengakui seluruh kesalahannya.

Pesan Moral:

Melalui cerita ini, kita mendapat pengingat bahwa bagaimanapun kebenaran pasti akan terungkap.

Selain itu, kebaikan hati akan selalu menang melawan kejahatan.

2. Asal Usul Talaga Warna

cerita rakyat asal usul talaga warna

Sumber: histori.id

Alkisah, di Jawa Barat ada Raja dan Permaisuri yang kesulitan untuk memiliki keturunan.

Ketika akhirnya Permaisuri hamil dan melahirkan bayi perempuan, seluruh kerajaan turut bahagia serta menyayangi sang Putri.

Oleh sebab itu di ulang tahun ke-17 sang Putri, mereka menyiapkan seuntai kalung dengan permata warna-warni sebagai hadiah.

Sayangnya, ia malah menepis kalung tersebut hingga benangnya putus.

Melihat hal ini Permaisuri dan rakyat pun menangis hingga tiba-tiba muncul mata air di tengah kerajaan.

Mata air ini terus mengalir hingga membentuk danau dengan warna-warni menyerupai batu permata.

Danau inilah yang kemudian kita kenal sebagai Talaga Warna

Pesan Moral:

Dongeng sunda pendek ini merupakan pengingat agar kita selalu menghargai pemberian orang lain.

Tidak hanya itu, kesabaran Raja dan Permaisuri bisa kita teladani untuk kehidupan sehari-hari.

3. Cerita Dongeng Sunda Sireum Jeung Japati

kisah Sireum Jeung Japati

Sumber: poskata.com

Selanjutnya, ada kisah sireum jeung japati alias semut dan burung merpati.

Dahulu kala, ada semut yang terjatuh ke air ketika tengah minum di sisi sungai.

Seekor merpati baik hati kemudian menolongnya dengan menyodorkan daun sebagai pegangan.

Daun itu merpati tarik hingga ke tepi sungai agar semut bisa naik ke permukaan.

Setelah semut berterima kasih, keduanya lantas menlanjutkan perjalanan masing-masing.

Beberapa hari kemudian, semut melihat seorang pemburu tengah mengincar merpati yang menyelamatkannya.

Ia lantas menggigit kaki pemburu dan memperingatkan merpati mengenai bahaya tersebut sebagai bentuk balas budi.

Pesan Moral:

Cerita fabel ini mengajarkan kita untuk selalu menolong seseorang yang kesusahan.

Niscaya, kebaikan itu suatu hari akan kembali kepada kita di waktu yang tidak terduga.




4. Dongeng Sunda tentang Bebek Emas

dongeng sunda entog emas

Sumber: lebak-wangi.blogspot.com

Dahulu kala, ada seorang petani miskin yang hidup bersama bebek miliknya dan terkenal sebagai pekerja keras.

Ia lantas berdoa kepada Tuhan agar menjadi kaya sehingga bisa makan apa pun.

Siapa sangka doanya terkabul dan bebek yang ia miliki mulai bertelur emas setiap hari.

Kondisi keuangannya seketika berubah drastis, tetapi ini malah membuatnya jadi pemalas.

Saking malasnya, ia memutuskan untuk menyembelih sang bebek karena enggan bolak-balik mengambil telur.

Pikirnya, ia bisa sekaligus mengambil seluruh emas di dalam tubuh sang bebek jika memotongnya.

Siapa sangka bebek tersebut malah mati dan ia kehilangan seluruh hartanya karena tidak pandai mengelola uang.

Pesan Moral:

Kisah di atas mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan tidak tamak.

Jangan sampai kita gelap mata dan rela melakukan apapun hanya demi kekayaan instan.

Pasalnya, ketamakan hanya akan merugikan diri sendiri di masa depan.

5. Asal Usul Situ Bagendit

asal usul situ bagendit

Sumber: travelspromo.com

Alkisah, di utara kota Garut hidup seorang janda bernama Nyi Endit.

Ia memiliki banyak uang, tetapi terkenal sebagai pribadi yang kikir dan sombong .

Ketika musim paceklik tiba, Nyi Endit sibuk berpesta tanpa memikirkan keadaan warga desa lainnya.

Suatu hari, di tengah pestanya seorang pengemis datang dan menegurnya karena sangat serakah.

Ia lalu menantang Nyi Endit serta para pengawal untuk mencabut sebatang ranting yang tertancap di tanah.

“Jika kau bisa mencabutnya kau termasuk orang-orang yang mulia di dunia ini,” ujar si pengemis.

Tentu saja Nyi Endit gagal memenuhi tantangan tersebut.

Si pengemis kemudian menariknya sendiri dan dari lubang yang ia buat keluar banyak air.

Air tersebut menenggelamkan seluruh desa hingga membentuk danau bernama Situ Bagendit.

Pesan Moral:

Sifat kikir dan sombong hanya akan mencelakai diri kita sendiri.

Ingatlah bahwa segala yang ada di dunia hanyalah titipan Tuhan semata.

6. Gagak yang Ingin Dipuji

cerita burung gagak yang ingin dipuji

Sumber: lebak-wangi.blogspot.com

Suatu hari, ada gagak yang mencuri dendeng dari tempat penjemuran.

Saat ia terbang dengan dendeng di mulutnya, gagak berpapasan dengan seekor anjing.

Anjing yang ingin merebut dendeng sang gagak pun mulai mengeluarkan pujian-pujian untuknya.

Gagak yang menyukai pujian tersebut, tanpa sadar mengeluarkan bunyi “gaak, gaak” hingga makanan di mulutnya terjatuh.

Di momen inilah anjing langsung mengambil dendeng tersebut dan membawanya menjauh.

Meninggalkan gagak yang menyesali perilakunya sendiri hingga kehilangan makanan kesukaannya.

Pesan Moral:

Dongeng sunda pendek satu ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terbuai oleh pujian.

Pasalnya, bisa jadi orang yang memberi pujian memiliki niatan buruk.

Penting untuk selalu waspada agar orang lain tidak mudah mengambil keuntungan dari diri kita.

***

Semoga cerita dongeng sunda pendek di atas bermanfaat, Property People.

Temukan artikel menarik lainnya hanya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi juga 99.co/id dan Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impian.

Ada beragam penawaran menarik seperti Puri Harmoni Residence di Deli Serdang.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts