Interior Rumah Anda

Inspirasi Rumah Gaya Belanda Klasik Kolonial di Indonesia yang Elegan

4 menit

Jejak-jejak kolonialisme Belanda masih banyak ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu yang nampak paling jelas adalah peninggalan berupa arsitektur bangunan yang khas yaitu, rumah gaya Belanda klasik.

Rumah dengan gaya kolonial Belanda memiliki karakter yang kental dengan nuansa klasik Eropa.

Karakter itu juga ternyata berpengaruh pada desain rumah-rumah di Indonesia dari dulu hingga masa kini.

Rumah gaya Belanda sendiri mudah dijumpai di beberapa wilayah Indonesia, misalnya di:

  • Bandung
  • Jakarta
  • Yogyakarta
  • Surabaya

Mengaplikasikan desain arsitektur kolonial klasik seperti ini menarik untuk dilakukan.

Ada banyak kelebihan pula yang ditawarkan oleh desain rumah gaya Belanda.

Lalu, bagaimana sih desain dan seluk-beluk rumah bergaya kolonial itu?

Adapun ciri-ciri rumah gaya Belanda klasik adalah:

  • Punya ukuran bangunan dan tanah yang luas
  • Desainnya elegan
  • Bentuk ruangan simetris
  • Umumnya tidak bertingkat
  • Denah dibuat berkelompok
  • Material rumah awet & kuat
  • Perabot berbahan kayu & klasik

Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Rumah Kolonial Belanda Umumnya Berukuran Besar

rumah belanda

Ukuran rumah kolonial Belanda di Indonesia umumnya besar-besar.

Luas lahannya saja minimal sekitar 1.000 m2.

Tak hanya besar, desain eksterior serta interior rumah tersebut tampak klasik dan elegan.

Umumnya, rumah tersebut memiliki halaman depan dan juga belakang yang cukup luas.

Area halaman depan biasanya digunakan untuk menanam pohon-pohon yang juga besar.

Sementara itu halaman belakang dimanfaatkan sebagai area bersantai dengan kehadiran teras belakang

Rumah Gaya Belanda Klasik Kental dengan Kesan Elegan

interior rumah gaya belanda klasik

Kesan elegan tampak dari bentuk eksterior yang dilengkapi jendela serta pintu besar bermaterial kayu jati dengan bentuk yang antik.

Kaca yang digunakan pun bukan seperti kaca-kaca berwarna bening yang kerap digunakan saat ini. 

Unsur bebatuan dengan warna yang dingin pun kerap hadir pada tampilan muka rumah bergaya Belanda.

Tiap-tiap ruangan pada rumah berdesain kolonial Belanda memiliki ukurang ruangan yang luas dan tinggi yang menjulang.

Inilah yang membuat rumah ini selalu sejuk dan dingin.

Warna putih menjadi pulasan warna yang mendominasi setiap ruangan.

Lalu, warna coklat juga sesekali muncul pada corak lantai atau aksen ruangan lainnya.

Walau tidak menggunakan wallpaper pada dinding, ruangan di rumah Belanda tetap terkesan dinamis dengan motif-motif klasik yang terdapat di lantai dan plafon.

Rumah Belanda Punya Bentuk Ruangan yang Simetris

Rumah kolonial Belanda yang tersebar di Indonesia didesain memiliki banyak ruangan dengan bentuk kotak yang simetris.

Bentuknya tertutup, yang berarti antara ruangan satu dengan ruangan yang lainnya selalu memiliki pintu dan hanya untuk satu peruntukan tertentu saja.

Bentuk dari ruangan-ruangan tersebut pun memanjang ke belakang dan mengelompok.

Terdapat pembagian ruangan di dalam sebuah rumah bergaya Belanda.

Di bagian depan rumah terdapat ruangan utama yang menghadap ke halaman depan yang luas.

Sementara itu, ruangan penunjang terletak berjajar mengelilingi ruangan utama dan menghadap ke arah dalam rumah.




Rumah Kolonial Belanda Jarang yang Bertingkat

Anda pasti akan sangat jarang menemukan sebuah rumah hunian bergaya kolonial Belanda yang bertingkat dua.

Kalau pun ada, rumah tersebut pasti sudah direnovasi oleh pemiliknya.

Belum jelas alasannya mengapa.

Disinyalir hal ini terjadi karena pengaruh gaya neo-klasik yang berorientasi pada gaya arsitektur Romawi dan Yunani yang banyak diikuti pada masa itu.

Denah Rumah Gaya Belanda Klasik

Dengan ruangan pada rumah bergaya kolonial Belanda cukup mirip dengan rumah-rumah biasa pada masa kini.

Terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, ruang makan, kamar mandi, taman, dan juga teras.

Namun yang berbeda adalah penyusunannya yang memanjang dan berkelompok sesuai dengan peruntukan ruangan.

Ruang-ruangan utama seperti ruang tamu, kamar-kamar tidur utama, ruang makan, dan ruang keluarga berada di bagian depan.

Sementara ruangan penunjang seperti dapur dan kamar-kamar tidur lainnya berada di bagian belakang.

Material yang Digunakan pada Rumah Kolonial

Hal yang membuat rumah kolonial Belanda masih banyak yang berdiri hingga saat ini adalah materialnya yang kuat.

Pada bagian dinding digunakan dua pasang batu bata tebal atau lebih, atap bermaterial genting yang kuat, serta tegel marmer Belanda yang khas dan tidak mudah rusak.

Bahan-bahan lainnya yang digunakan dalam pembangunan rumah ini adalah  kaca, seng, besi, dan lantai.

Karena dibangun pada masa penjajahan Belanda, material-material tersebut pun banyak yang diboyong langsung dari sana.

Sehingga bahan-bahan tersebut pun memiliki tekstur atau motif yang berbeda dengan material lokal.

Gaya Perabot untuk Mengisi Rumah Gaya Belanda Klasik

Perabot Rumah Gaya Belanda Klasik

Bentuk bangunan dan desain yang elegan dari rumah bergaya kolonial Belanda juga didukung oleh kehadiran furnitur bernuansa klasik.

Umumnya, ukuran dari perabot-perabotnya juga berukuran besar.

Misalnya lemari baju, tempat tidur, serta meja makan.

Tidak hanya jati, kayu walnut juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan perabot rumah tersebut.

Rumah-rumah bergaya kolonial Belanda memiliki daya tarik khas yang sangat kuat.

Itulah sebabnya masih banyak orang yang berminat untuk membeli rumah-rumah tersebut walau harganya cukup fantastis.

Jika Anda ingin memasukkan gaya tersebut ke dalam hunian modern Anda, tak jadi masalah dan bisa dilakukan juga, lo.

Semoga ulasan seputar desain rumah bergaya kolonial ini bisa bermanfaat bagi Anda ya Sahabat 99.

Jangan lupa juga, kunjungi 99.co/id ntuk mencari hunian idaman serta tips properti yang menarik lainnya.




Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih.

Related Posts