Berita Ragam

15 Contoh Puisi Pendek tentang Ibu, Cinta, Kehidupan & Alam. Menyentuh Hati!

4 menit

Apakah kamu ingin menulis puisi tentang kehidupan, alam, hingga cinta secara singkat? Jangan khawatir, kali ini 99.co Indonesia akan menghadirkan contoh puisi pendek yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan ke dalam sebuah karya sastra.

Salah satu yang banyak dilakukan adalah menulis puisi.

Puisi adalah sebuah karya sastra yang berisi tentang pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dari struktur fisik dan struktur batinnya.

Di Indonesia sendiri, puisi sudah mulai eksis sejak zaman balai pustaka.

Hingga saat ini, banyak puisi-puisi yang dibuat oleh penyair lama hingga baru diterima oleh masyarakat dan dijadikannya sebagai media penyampaian perasaan.

Nah, buat kamu yang sedang mencari contoh puisi pendek tentang kehidupan, alam, hingga cinta, simak uraiannya di bawah ini!

Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini 99.co Indonesia hadirkan contoh puisi pendek untuk berbagai tema.

5 Contoh Puisi Pendek tentang Ibu

contoh puisi pendek tentang ibu

Dia Ibuku

Kala itu purnama sempurna
Benderang cahayanya menyinari samudera
Kala itu seorang wanita menderita
Teriakkannya mengguncangkan
nusantara

Demi buah cinta yang terindah
Dia meradang,, dia mengerang dengan bangganya
Wahai dunia tau kah engkau
Siapa wanita yang terhebat itu
Dia….Ibuku

Untuk Ibu

Saat azan berkumandang
Memanggil sekalian umat
Tenang alunan nada suara imam
Melontarkan alunan mengingatkan insan pada pecipta

Perlahan-lahan suara memasuki telinga
Seolah tak ingin menyingung rasa
Tenang seolah tidak terjadi apa-apa
Dokter cina menyusun kata dengan senyuman indah
Namun saat kata-kata tersusun di minda
Nyata ucapannya menusuk masuk ke jiwa
Tanpa di pinta air

Tangisan Air Mata Bunda

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Derita siang dan malam menimpamu
Tak sedetik pun menghentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu
Secerah hinaan tak peduli bagimu
Selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
Mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Aku sungguh menyayangimu sekarang dan hingga kelak nanti
Aku sungguh menyayangimu anakku, bersama dengan ketulusan hati ku

Bunda dalam Cahaya

Dia wanita bernama cahaya
Hatinya memancar
Tergurat dalam doa-doa
Tangan kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya

Dia berjalan dengan cinta
Dia berjalan menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa

Dialah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari jejak yang terukir
dalam tinta sejarah

Aku Terlambat

Ketika aku kecil
Aku masih di pangkuanmu
Aku tak paham saat itu
Apa saja yang kau tuturkan
Apa saja yang kau lakukan padaku

Aku tak paham saat itu
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku kebenaran
Hingga aku dewasa kini

Dan kini aku sadar
Tapi sayangnya, kau sudah tak ada
Aku merindukanmu Bu

5 Contoh Puisi Pendek tentang Lingkungan

ilustrasi jalur Blora-Rembang

sumber: tajukmuria.com

Hijaunya Sekolahku

Di sini aku menemukan hidup baru
Dalam deraian syukur dalam kalbu
Menatap masa depan di dalam rumah keduaku

Sekolah tempatku mencari ilmu
Di sini, kehijauan yang menghampiri ruang dan waktu

Angin semilir diterpa kesejukan
Membelai tubuhku lembut
Kedamaian merasuk dalam hati

Di Sini, di Sekolahku
Aku duduk di bawah pohon

Di atas rumput hijau yang mengindahkan pandang mata
Dengan lembutnya semilir angin

Dengan sejuknya udara,
Sekolah adalah taman terindah pencari ilmu

Kemarau Terdiam

Kemarau diam di jiwaku. Serangkai
bayang-bayang randu tumbang, berisi adzan
dengan pilu. Pahamilah bagaimana mataku rabun,
jumpalitan, begitu cemburu.

Aku susuri ketiakmu,
tapi rupanya jalanan makin malam,
meski aku telah tinggalkan dirimu.

Sepanjang keriuhan kelu,
mayatku terpencil. Ingus para pejalan bergayutan
di jenggotku

Seluruh kesumat dan derita memacu
pengetahuanku.

Arwahku memanggil namamu,
sementara panorama lebur, selangkah demi selangkah
memudar, menjelajahi batu.

Di dasar pijaran kabut,
aku adalah jenazah bagi setiap hasrat dan kesintalanmu.

Kegembiraanku mengintip tato kupu-kupu di pusaramu.
Malam makin dingin, mendzikirkan diamku.

Alamku Berbicara

Pertiwi kini berduka,
Pertiwi kini berteriak,
Memanggil, mencari,
Di mana manusia berada

Pertiwi berkata
Masih adakah manusia yang akan melayaniku
Kutumpahkan lahar di Jogja,

Kuberi air bah untuk Mentawai,
Kudatangkan banjir untuk Wasior,

Dan kubuat Jakarta tenggelam,
Hutanku, kekayaanku,
Telah kau rampas dengan paksa,
Kau curi seluruh isi perutku…

Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan,
Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia
Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku

Aku menangis karena kau sakiti,
Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku

Lingkungan Tempat Tinggalku

Lingkungan tempat tinggalku
Aku selalu menjejakkan kaki ku untuk datang kepadamu
Ku sering bersih kan dirimu karna ku mencintai sepenuh hati ku
Sapu menjadi sanksi bahwa kau semangat ku

Pagi menjelang, burung burung berkicau merdunya
Ku lihat dirimu hingga buat ku terpesona
Seakan bahagia nya diriku di sana
melihat kau sangat bersih nya

Ke sejukkan mu buat fikiran ku jernih selalu
Kamparan rumput bergoyang akan indahnya dirimu
Namun ada saat nya tak selalu ku bersamamu
Karna banyak yang menungguku

Betapa Indahnya

Selera tergugah olehnya,
Semangat dan hasrat mulai menyala,
Tuk hadapi kerasnya dunia.

Demikianlah yang terlintas,
Tak ada lagi yang pantas untuk kukeluhkan,
Tak ada yang patut aku ragukan,
Keindahan alam ini memberikan segalanya.




Betapa indahnya, dan sadarilah itu,
Kupu-kupu, bunga yang mekar,
Harum semerbak nan merona,
Ditepis angin namun tetap tegar.

Semoga tak ada,
Tangan-tangan penuh nista,
Merampas, memetik, menciptakan derita,
Hingga aku kembali,
Terbangun lagi di pagi buta.

3 Contoh Puisi Pendidikan Pendek

contoh puisi pendidikan pendek

Majulah Terus Siswa Indonesia

Dengar, dengar, dan ingat dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu kami harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu berbagai cita- cita dipertaruhkan
Tak tersedia yang tak barangkali untuk dan bagimu

Bangkitlah serta melawan arus yang mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu bertahap lalu sekencang-kencangnya
Lawanlah banyak bebatuan terjal yang dapat mengusik di jalanan

Ingat, Engkau adalah sebuah harapan, engkau adalah jaman dimasa depan Masa depan yang tersedia di tanganmu
Harapan yang terpendam tersedia tepat pundakmu
Nasib bangsa engkau yang akan menentukan

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah guruku
Yang edukatif untukku
Yang membekali berbagai ilmu
Dengan tulus dengan sabar

Senyummu yang mengimbuhkan dorongan kami
Menyongsong masa depan lebih baik
Setitik deras peluhmu

Menandakan bahwa sebuah perjuangan besar
Untuk para murid-muridnya
Terima kasih para Guru

Perjuanganmu yang amat besar maknanya bagiku
Tanpamu aku tak mengerti tentang dunia
selamanya akan ku panjatkan doa

Terimakasih ohh Guruku

Jam Kosong Kami Bahagia

Betapa bahagia pelajar kini
Jam kosong tak ada guru yang datang di sini
Telah menjadi tradisi lumrah menurut kami kami
Merekah senyum bahkan tertawa bahagia sana sini
Dan ada di sudut kiri
Guru menyibukkan diri; melupa kami

Ada yang senyum dari terbangun dari tidurnya
Ada yang membaca buku kemudian menertawakannya
Begitulah kami pelajar
Pelajar generasi anak bangsa negeri ini
Yang gembira tiada henti dan tak terkira
Kala jam kosong tak terganti apa pun jua

Contoh Puisi Cinta Pendek yang Romantis

puisi tentang cinta

Semusim Berlalu

Semusim telah berlalu kekasih
Jerit tangis tawamu telah membayang jauh
Air mata paling bahagia diujung senja
Kitalah insan salam keheningan

Gugurlah bunga di musim semi
Terlentang di antara tumpukan sakura
Rindu jatuh tepat di kening para pujangga
Hingga akhirnya mati terkubur puisinya sendiri

Nyanyikan aku wahai kutilang
Simfoni klasik tentang semesta
Kicau paling merdu dari lini penjuru
Buatlah aku tertidur nyenyak dalam pangku doaku
Baca Juga Dong Kumpulan Puisi Ibu Sedih dan Mengharukan untuk Ibu Tercinta

Senja di pipimu kekasih
Biarlah kuhirup dalam helai jingga
Ingin kunikmati setiap damai kepergian
Biar kupeluk seluruh peluk kehilangan

Kamu

Dikala mentari masih merasa malu
Engkau datang membangunkanku
Membawaku sadar dari alam mimpiku
Kau memberiku semangat untuk hariku

Wahai engkau yang di sana
Bagaimana kau tau apa yang aku butuhkan?
Apa kau memasang lensa di setiap sudut kehidupanku?
Atau apa kau menanam matamu di sebelah mataku?

Tapi biarlah, itu tak penting
Yang terpenting kau masih memberiku senyum semangat untuk mengais pundi pundi kehidupan di tanah orang ini

***

Nah, itulah kumpulan contoh puisi pendek yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu sedang mencari rumah di Bandung, bisa jadi Podomoro Park Bandung adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts