Berita Ragam

10 Ciri Ciri Orang Munafik dalam Ajaran Islam. Yakin Kamu Tidak Termasuk?

4 menit

Lain di mulut, lain di hati. Ungkapan satu ini sangat cocok untuk menggambarkan seseorang dengan sifat munafik. Selain itu, masih ada beberapa ciri ciri orang munafik lainnya yang perlu kamu pahami!

Sifat munafik bisa dibilang bukanlah sesuatu yang pantas untuk dimiliki manusia.

Bahkan dari pandangan agama Islam, ini merupakan jenis sifat yang sangat dibenci oleh Tuhan.

Pasalnya, seseorang yang munafik kerap memiliki dua wajah dan omongannya sulit dipegang.

Tentu saja, pada akhirnya apa yang ia lakukan atau katakan bisa merugikan orang lain.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa ciri ciri orang munafik yang tercantum di dalam Al-Qur’an.

Apa yang Dimaksud dengan Sifat Munafik?

ciri ciri orang munafik

Dalam ajaran Islam, sifat munafik dikenal dengan istilah al-nifa’q yang artinya ‘pengakuan dengan lidah dan pengingkaran dengan hati’.

Istilah ini muncul di dalam Al-Qur’an sebanyak kurang lebih 37 kali.

Secara terminologi, ini merujuk pada seseorang yang menyatakan sesuatu yang baik di depan banyak orang.

Namun kondisi batin atau perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang ia sampaikan.

Ini menunjukkan ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatannya.

Tak hanya dari pandangan agama, secara umum sifat seperti ini sangat buruk untuk dimiliki.

Karena ini menunjukkan bahwa seseorang bukan merupakan pribadi yang dapat dipercaya.

Untuk menghindari sifat ini, ada baiknya kamu memahami ciri-ciri orang munafik, Sahabat 99.

10 Ciri-Ciri Orang Munafik dalam Ajaran Islam

1. Sering Ingkar Janji

orang munafik sering ingkar janji

Ciri-ciri orang munafik yang pertama adalah sering ingkar janji.

Ucapan atau janji yang dibuatnya sulit untuk ditepati.

Tak hanya janji pada diri sendiri, ini juga meliputi janji kepada orang lain.

Padahal dalam Islam, menepati janji hukumnya wajib, Sahabat 99.

Ini tercantum dalam QS. An-Nahl ayat 91 yang artinya kurang lebih sebagai berikut:

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An-Nahl:91).

Agar terhindar dari sikap seperti ini, biasakan menggunakan ucapan Insyaallah jika berjanji, ya.

Namun tentu saja, ucapan tersebut bukan alasan untuk tidak berusaha menepati janji yang kamu buat.

2. Ucapannya Penuh dengan Dusta

Ciri-ciri orang munafik berikutnya adalah ucapannya penuh dengan dusta.

Ini sesuai dengan HR. Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

“Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”

Ada banyak alasan kenapa seseorang berbohong, entah melindungi dirinya, lawan bicaranya, atau orang lain.

Namun apapun alasannya, berbohong tetap berbohong dan ini bukan lah sikap yang terpuji meski dilakukan untuk kebaikan sekali pun.

Tindakan ini tak hanya dibenci oleh Allah tapi juga sesama manusia.

Ini juga berlawanan dengan sifat wajib Rasul yang harus dicontoh oleh umat Muslim.

3. Tidak Amanah Jika Diberi Kepercayaan

orang munafik tidak amanah

Berikutnya, orang munafik biasanya tidak amanah atau khianat jika diberi kepercayaan.

Amanah ditandai dengan tanggung jawab atas kewajiban yang sudah diterima dan disanggupi.

Sebaliknya, khianat ditandai dengan perilaku curang, membatalkan kewajiban, atau mengabaikan tanggung jawab.

Contoh sederhananya, sebagai anak sulung kamu diberi tanggung jawab untuk menjaga adik.

Namun setelah menyanggupinya, kamu malah asik dengan handphone atau gadget lainnya.

Ini termasuk ciri seseorang yang tidak amanah, Sahabat 99.

Pasalnya, kamu tidak menjaga titipan atau tanggung jawab yang diberikan dengan baik.

Bahkan bisa dibilang kamu justru menghancurkan amanah tersebut.

4. Cenderung Malas Beribadah

Tak hanya ingkat janji, berbohong, dan berkhianat, orang munafik juga cenderung malas beribadah.




Ini tertuang dalam QS. An-Nisa ayat 142 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa:142).

Bagi mereka, ibadah merupakan sebuah beban yang berat untuk dilakukan.

Padahal, menyisihkan sedikit waktu untuk sekedar berdoa dan salat wajib saja sebenarnya tak sulit bukan.

5. Memberikan Sumpah Palsu

Ciri-ciri orang munafik berikutnya adalah kerap memberikan sumpah palsu.

Berbeda dengan janji, sumpah biasanya digunakan untuk menjamin kebenaran ucapan seseorang.

Namun bagi orang munafik, sumpah digunakan untuk meyakinkan seseorang akan kebohongannya.

Ia dengan mudah mengucapkan “Demi Allah” atau “Demi Tuhan”, padahal ucapannya berisi dusta.

Orang munafik juga cenderung tidak memikirkan dosa atau akibat buruk yang bisa timbul dari sumpah palsu mereka.

Jika kamu kerap melakukan ini, segera lakukan amalan penghapus dosa dengan rutin, ya!

6. Ingin Menang Sendiri

sifat mau menang sendiri

Ingin menang sendiri alias tidak menerima kekalahan juga merupakan salah satu sikap yang dimiliki orang munafik.

Dalam bahasa Arab, sikap ini dikenal sebagai fujur, yakni merasa menang sendiri.

Konon, sifat fujur sebenarnya diciptakan beriringan dengan sifat taqwa.

Fungsi utamanya adalah untuk menguji ketaqwaan seseorang untuk menjadikan manusia sebagai pribadi yang mulia.

Namun tak jarang, manusia lebih senang menyiram sifat fujur dalam diri mereka.

Efeknya, mereka cenderung keras kepala memegang pandangan, pendapat, atau sikapnya.

Padahal bisa jadi apa yang mereka sampaikan atau pikirkan jauh dari jalan yang benar.

7. Pribadinya Riya atau Sombong

Hati-hati, sombong juga termasuk sikap yang biasanya dimiliki orang munafik, Sahabat 99.

Sombong dalam hal ini berarti seseorang merasa tinggi hati atau merasa derajatnya lebih tinggi dari orang lain.

Hingga saat ini, masih banyak orang yang kesulitan untuk melindungi diri dari sifat sombong.

Pasalnya, tak jarang seseorang tidak menyadari ini memiliki sifat riya atau sombong.

Sering kali seseorang merasa ia hanya menyampaikan fakta apa adanya atau bersikap realistis.

8. Penuh Tipu Daya dalam Mencapai Tujuan

Tipu daya dalam hal ini dimaknai sebagai sesuatu yang negatif, Sahabat 99.

Sebagai manusia, kita memang dianjurkan untuk pantang menyerah dalam mengejar mimpi dan tujuan.

Namun, bukan berarti kita boleh menghalalkan segala cara dalam prosesnya, ya.

Misalnya saja berbohong, menyampaikan sumpah palsu, menyimpan iri dengki, dan lainnya.

Cara-cara tersebut sangat dibenci Allah karena menunjukkan adanya hati yang busuk.

9. Bangga atas Dosa yang Dilakukan

ciri orang munafik

Orang munafik juga cenderung bangga dengan dosa yang ia perbuat.

Artinya, apapun dosa yang ia lakukan akan selalu ada pembenaran rasional yang diberikannya sebagai alasan.

Bahkan mereka tak segan memasukkan kebohongan di dalam pembenaran tersebut demi menutupi kesalahannya.

Tujuannya adalah agar orang lain memaklumi dan membenarkan apa yang ia lakukan.

10. Cenderung Bermuka Dua

Istilah satu ini merujuk pada seseorang yang tidak memiliki pendirian tetap.

Misalnya ia terlibat masalah dengan oknum A dan B, di depan oknum A ia akan mendukungnya dan menjelekkan oknum B.

Namun di depan oknum B, ia akan mendukungnya dan menjelekkan oknum A.

Ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki pendirian tetap dan hanya mengejar kenyamanan atau keuntungannya sendiri.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya seputar properti di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi 99.co/id untuk menemukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan rumah siap huni dengan harga bersahabat seperti kawasan Waterfront Sstate Lippo Cikarang.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts