Berita Ragam

Cerita Rakyat Malin Kundang: Dongeng Nusantara tentang Anak Durhaka

3 menit

Malin Kundang menjadi salah satu cerita rakyat populer di Sumatera Barat. Dongeng ini begitu populer dari dulu hingga sekarang. Buat kamu yang ingin membaca cerita rakyat Malin Kundang, yuk simak artikel ini sampai habis!

Ada banyak legenda dari Ranah Minang yang sudah terkenal bahkan hingga mancanegara.

Sebut saja Malin Kundang yang dijadikan ikon dari kedurhakaan anak pada orang tua.

Cerita rakyat Malin Kundang kerap digunakan untuk menjadi pengingat agar kita tidak durhaka kepada orang tua.

Kalau kamu ingin tahu kisah lengkap mengenai dongeng Malin Kundang, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Cerita Rakyat Malin Kundang

1. Hidup Seorang Janda dan Anak Tanpa Ayah di Padang

cerita malin kundang

sumber: idntimes.com

Dahulu kala, hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah dan anak laki-lakinya, Malin Kundang yang hidup di perkampungan nelayan Pantai Air Manis di Padang, Sumatera Barat.

Mande Rubayah dikenal sangat mencintai Malin karena ia hidup tanpa adanya sosok ayah. Malin pun tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut.

2. Putuskan Merantau ke Kota Besar

Ketika Malin beranjak dewasa, Malin merasa kasihan pada ibunya yang sedari dulu bekerja keras untuk menghidupinya. Lalu, Malin meminta izin untuk merantau mencari pekerjaan di kota besar. “Bu, saya ingin pergi ke kota. Saya ingin kerja untuk bisa bantu ibu di sini,” pinta Malin.

Namun, ibunya sempat menolak karena ia tidak ingin ditinggalkan anaknya sendirian.

“Izinkan saya pergi, Bu. Saya kasihan melihat ibu terus bekerja sampai sekarang,” kata Malin.

Mau tak mau, sang ibu harus merelakan keputusan besar Malin untuk merantau ke kota besar.

“Baiklah nak, tapi ingat jangan lupakan ibu dan desa ini ketika kamu sukses di sana,” ujar sang ibu berlinang ari mata.

3. Hidup Malin Kundang Berubah

Keesokan harinya, Malin pergi ke kota besar dengan menggunakan sebuah kapal. Setelah beberapa tahun bekerja keras, dia pun berhasil di kota rantauannya.

Hidup Malin berubah dan ia berhasil mempunyai banyak kapal dagang. Ia juga telah meminang wanita cantik di kota rantauannya.

Berita tentang Malin yang menjadi orang kaya sampai lah ke ibunya. Sang ibu tentu saja sangat senang mendengarnya. Dia selalu menunggu di pantai setiap hari, berharap anak semata wayangnya kembali dan mengangkat derajat ibunya.

4. Penantian Mande Rubayah

Setelah Malin merantau, hari-hari terasa berjalan lambat bagi Mande Rubayah. Ia selalu memandang ke laut dan mendoakan anaknya agar selamat dalam pelayarannya.




Setiap ada kapal besar yang merapat, Mande Rubayah tak henti menanyakan kabar Malin. Namun, jawaban dari nahkoda dan awak kapal tidak ada yang memuaskannya. Malin pun tidak pernah menitipkan barang atau pesan apa pun kepada ibunya.

5. Malin Datang ke Desa

malin kundang

sumber: idntimes.com

Pada suatu waktu, Malin pulang ke desa bersama istri dan anak buahnya. Mendengar kedatangan Malin, sang ibu merasa sangat gembira. Dia bahkan berlari menuju
pantai untuk segera melihat anak satu-satunya pulang.

“Apa itu kamu Malin, anakku? Ini ibumu, kamu ingat? Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?” tanya sang ibu sambil memeluk Malin Kundang.

Sang istri yang terkejut melihat kenyataan bahwa wanita tua, bau, dan kotor yang memeluk suaminya berkata, “Jadi wanita tua, bau, dekil ini adalah ibu kamu, Malin?”

Karena malu, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan Mande dan mendorongnya hingga jatuh. “Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin. Dasar wanita tua tak tahu diri, Sembarang saja mengaku sebagai ibuku,” kata Malin membentak.

6. Sang Ibu Merasa Sedih dan Mengutuk Malin Jadi Batu

Mendengar perkataan anak kandungnya seperti itu, sang ibu merasa sedih dan marah. Ia tidak menduga, Malin yang ia rawat dengan cinta berubah menjadi anak durhaka.

“Oh Tuhan ku yang kuasa, jika dia adalah benar anakku, saya mohon berikan azab padanya dan ubah dia jadi batu,” ucap sang ibu murka.

Tidak lama kemudian angin dan petir bergemuruh menghantam kapal Malin Kundang. Setelah itu, tubuh Malin Kundang kaku dan kemudian menjadi batu yang menyatu dengan karang.

***

Nah, itulah cerita Malin Kundang yang bisa kamu ketahui.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya, Property People.

Jangan lupa untuk pantau terus artikel menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Sedang berburu rumah dijual seperti Padina Soho and Residence di Batu Ceper, Tangerang?

Wujudkan angan mempunyai hunian memukau bersama 99.co/id dan rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts