KPR

Cara Take Over KPR ke Bank Syariah Disertai Persyaratannya, Dari Proses Awal hingga Akhir!

3 menit

Cara take over KPR ke bank syariah merupakan salah satu opsi terbaik yang harus diketahui bagi kamu yang ingin mengalihkan dari bank konvensional. Sudah tahu syarat dan pengajuannya?

Sahabat 99, apakah kamu berencana take over Kredit Pemilikan Rumah ke bank syariah?

Pertanyannya, apakah bisa take over KPR dari bank konvensional ke bank syariah? Jawabannya bisa!

Namun, sebelum berencana mengajukan, ada baiknya kamu mengetahui cara, syarat, biaya apa saja yang harus kamu keluarkan.

Hal ini karena setiap take over KPR dari bank ke yang lain tentunya ada keuntungan dan kekurangannya.

Jangan sampai, kamu tidak tahu prosedurnya dan menyesal di kemudian hari.

Apa Itu Take Over KPR ke Bank Syariah?

Take over KPR ke bank syariah adalah pengalihan atau pemindahan atas pinjaman kredit rumah dari bank konvensional bank syariah.

Misalnya, take over ke Bank Syariah Mandiri atau ke Bank Muamalat.

Sejumlah alasan take over ke bank syariah adalah bunga yang rendah sehingga berdampak pada cicilan rumah.

Selain itu, untuk memperpanjang tenor kredit hingga menaikan plafon yang lebih tinggi.

Ada juga karena ‘hijrah’ dengan pertimbangan pada agama karena skema yang ditawarkan lebih cocok dengan keyakinannya.

Prosedur take over ke bank syariah tidaklah rumit asalkan kamu sudah tahu tata caranya.

Lagi pula, prosesnya juga tidak jauh berbeda ketika kamu hendak mengajukan permohonan KPR pertama.

Cara Take Over KPR ke Bank Syariah

cara take over kpr syariah

artikel.rumah123.com

1. Ajukan Permohonan

Cara take over KPR ke bank syariah adalah mengajukan permohonan ke bank syariah yang kamu pilih.

Kunjungi kantor cabang dan sampaikan permohonan bahwa kamu berencana take over KPR.

Nantinya, pihak bank akan memproses dan melakukan penilaian terlebih dahulu.

Siapkan persyaratan karena dokumen tersebut diserahkan saat kamu melakukan permohonan.

2. Survei

Saat proses penilaian, pihak bank akan melakukan survei ke rumah.

Mereka akan melihat-lihat kondisi rumah yang kamu ambil dengan KPR.

Pihak bank akan memfoto rumah atau bahkan mengukurnya apakah sesuai dengan yang ada di dokumen atau tidak.

Setelah itu, kamu hanya perlu menunggu kabar selanjutnya dari pihak bank syariah tersebut.

3. Akad

Cara take over KPR ke syariah selanjutnya adalah melakukan proses akad.

Dengan catatan, pihak bank sudah menyetujui dan persyaratan yang kamu berikan sudah sesuai dengan penilaian.

Mulai dari gaji, utang, hingga rumah yang memenuhi syarat.

Akad dilakukan di bank syariah sesuai dengan pengajuan.




4. Pelunasan di Bank Sebelumnya

Setelah akad, prosedur selanjutnya adalah melakukan pelunasan di bank sebelumnya.

Dalam hal ini, jika proses take over disetujui maka bank tersebut yang akan membayar sisa pinjamanmu ke bank sebelumnya.

Bank syariah akan melunasi pokok pinjaman, sedangkan denda ditangung sendiri.

Dalam pelunasan tersebut, bank sebelumnya akan menyerahkan sertifikat rumah dan dokumen lain seperti asuransi.

Semua dokumen tersebut nantinya diserahkan ke bank syariah.

Dokumen tersebut baru bisa kamu terima jika cicilan KPR sudah lunas sepenuhnya.

5. Proses Take Over Selesai

Cara take over ke bank syariah tidak membutuhkan waktu lama.

Jika semua sudah selesai, kamu tinggal melunasi pinjaman KPR di bank syariah sesuai perjanjian dengan bank tersebut.

Berdasarkan pengalaman sebagian orang, proses take over KPR tidak lebih dari 1 bulan, lo.

Syarat Take Over KPR ke Bank Syariah

syarat take over kpr bank syariah

republika.co.id

Ada sejumlah syarat bagi kamu yang berencana mengajukan permohonan take over KPR.

Syaratnya tidak berbeda dengan pertama kali saat kamu mengajukan KPR di bank.

Jadi, pastikan bahwa semua persyaratan tersebut sudah kamu siapkan dengan baik, ya.

Syarat take over KPR ke bank syariah:

  • KTP pemohon
  • NPWP pemohon
  • Kartu Keluarga pemohon
  • Buku nikah bagi yang sudah menikah
  • SK Pengangkatan Pegawai Tetap
  • Surat Izin Praktik (opsional)
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Surat pelunasan
  • Sertifikat rumah (dari bank sebelumnya yang bersifat opsional)
  • Izin Mendirikan Bangunan/IMB (opsional)
  • Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru

Biaya Take Over KPR

Sahabat 99, saat melakukan proses take over, salah satunya hal yang harus ketahui adalah biaya.

Biaya yang harus dikeluarkan adalah biaya penalti sebesar 1 persen hingga 2 persen.

Biaya penalti adalah denda yang harus kamu bayar karena telah melakukan pelunasan KPR lebih awal.

Ada juga biaya provisi, appraisal, notaris, dan asuransi tergantung dari tiap-tiap bank.

***

Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek rumah idamanmu sekarang juga hanya di www.99.co/id!

Temukan ragam hunian menarik, salah satunya Adhi City Sentul!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts