KPR

Cara Menghitung Sisa Pokok KPR BTN dengan Mudah, Debitur Wajib Tahu!

2 menit

Bagi Property People yang sedang mencicil atau berencana mengambil rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di BTN, penting untuk mengetahui cara menghitung sisa pokok KPR BTN tersebut. Simak selengkapnya pada artikel ini, ya!

Ketika memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR, ada beberapa hal penting yang harus kamu ketahui.

Mulai dari tingkat suku bunga, angsuran KPR setiap bulan, hingga sisa pokok KPR tersebut.

Angsuran KPR BTN sendiri terdiri dari dua jenis komponen, lo.

Dua komponen angsuran tersebut yaitu angsuran bunga dan angsuran pokok.

Nah, tak sedikit debitur yang belum tahu kalau angsuran pokok itu hanya mengurangi sisa pokok kredit milik debitur.

Adapun angsuran bunga yang dibayar setiap bulannya tidak mengurangi sisak pokok kredit tersebut.

Jadi, pastikan kamu tahu berapa besar bunga yang harus dibayar dan hitungan sisa pokoknya.

Di sisi lain, mengetahui cara hitung sisa pokok juga tergolong penting jika kamu berencana melakukan pelunasan KPR dipercepat.

Jenis Bunga Bank BTN

bungan btn

Sebelum menghitung sisa pokok BTN, kamu juga harus tahu kalau bank tersebut memiliki dua jenis bunga dalam pembebanan biaya pemilikan rumah.

Kedua jenis bunga itu adalah suku bunga flat dan suku bunga anuitas.

Suku bunga flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok htang awal.

Nah, penggunaan sistem bunga flat menyebabkan porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama.

Sementara itu, suku bunga anuitas atau floating adalah suku bunga yang sifatnya mengambang sehingga perubahan suku bunga kredit dapat terjadi selama jangka waktu kredit.

Dengan perubahan suku bunga itu maka nilai angsuran yang harus dibayar pada setiap bulannya pun bisa berubah.

Perubahan suku bunga ini dapat terjadi per tahun tergantung dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

Lantas, bagaimana cara menghitung sisa pokok KPR BTN?

Cara Menghitung Sisa Pokok KPR BTN

cara menghitung sisa pokok kpr btn

Sumber: purwasuka.suara.com

Sebelum menghitung sisa pokok KPR, pastikan kamu sudah mengetahui total plafon pinjaman, tenor, cicilan per bulan, dan besaran bunganya.




Melansir cicilan.id, ketahui juga cara menghitung uang muka dari rumah yang akan dibayar sebelum mengetahui sisa pokok KPR tersebut.

Ambil contoh harga rumah KPR yang kamu ambil adalah Rp600 juta dengan uang muka 15 persen.

Maka, cara hitung uang muka yaitu Rp600 juta x 15% = Rp90 juta.

Dari hasil tersebut maka jumlah pokok kredit yakni Rp600 juta-Rp90 juta = Rp510 juta.

Adapun cicilannya senilai Rp10 juta, tenor 5 tahun, dan bunga per tahun katakanlah 10 persen.

Maka rumus hitungnya (pokok kredit x bunga per bulan)/[1-(1 + bunga per bulan) ^(-tenor dalam satuan bulan)].

Hasilnya, (510 juta x 10%/12)/[1-(1 + 10%/12) ^(-60)] = 10.835.992,80 (nilai cicilan per bulan).

Selanjutnya, hitung total pinjaman dan bunga dengan rumus cicilan per bulan x tenor dalam satuan bulan (10.835.992,80 x 60) = 650.159.568,16.

Kemudian, lakukan penghitungan bunga dengan rumus total pinjaman dan bunga – pokok kredit.

Contohnya yaitu 650.159.568,16 – 510.000.000 = 140.159.568,16 (total bunga).

Nah, dengan perhitungan tersebut, dapat dikatakan kalau plafon pinjaman Rp600 juta dengan uang muka Rp90 juta maka sisa pinjaman pokok adalah Rp510 juta.

Property People, perlu dicatat kalau contoh perhitungan tersebut adalah simulasi, ya.

Kamu bisa melakukan penghitungan lain dengan menambahkan sisa jangka waktu tenor atau cicilan yang sudah berjalan.

Jika belum paham, disarankan untuk menghubungi kantor cabang BTN saat kamu melakukan akad kredit.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Simak informasi menarik lainnya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian impianmu dari sekarang.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Temukan hunian favorit, salah satunya dari Grand Batavia & Cluster Pelican!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts