Rumah Tips & Trik

Cara Budidaya Melon di Halaman Rumah Menggunakan Polybag

3 menit

Melon merupakan salah satu buah yang banyak diminati orang. Cara budidaya melon pun sangat mudah serta bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan polybag.

Buah ini biasanya digunakan sebagai hidangan pencuci mulut atau diolah menjadi jus segar yang kaya nutrisi.

Cara menanam melon tidak melulu harus di lahan terbuka dan luas, tapi bisa ditanam di lahan terbatas seperti pekarangan rumah.

Tentu akan sangat menarik jika memiliki kebun melon di halaman rumah sendiri, bukan?

Apalagi harga melon yang dijual di pasaran terbilang cukup mahal.

Luangkan sedikit waktumu, mari pelajari cara budidaya melon di halaman rumah, yuk!

Syarat Tumbuh Melon

Sebelum mengetahui cara budidaya melon, pertama-tama kamu harus tahu apa saja syarat tumbuh melon.

Syarat tumbuh ini sangat penting dipahami agar melon yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Berikut syarat tumbuh melon yang wajib dipenuhi:

  • Tanaman melon tumbuh optimal pada ketinggian 250-800 meter dari permukaan laut
  • Iklim hujan sekitar 1.500-2.500 per tahun
  • Kelembapan udara sekitar 50-70 persen
  • Menggunakan tanah andosol atau tanah liat berpasir dengan kandungan organik tinggi

Cara Budidaya Melon di Rumah

1. Persiapan Alat dan Bahan

Cara budidaya melon di rumah menggunakan media polybag atau pot sebenarnya terbilang mudah.

Ini karena kamu tidak memerlukan lahan yang luas, tapi cukup menyediakan lahan secukupnya untuk menempatkan polybag atau pot tanaman melon.

Berikut alat dan bahan yang harus dipersiapkan:

  • Polybag ukuran sedang ukuran 37×40 cm atau 40×50 cm
  • Lahan tempat tanam, bersihkan terlebih dahulu
  • Lanjaran dengan panjang 1,5-2 cm untuk ditancapkan pada media tanam
  • Pisau potong, gunting, tali, dan paku 2 inci

2. Persiapan Bibit

bibit melon

Bibit melon bisa diperoleh dari toko pertanian terdekat di daerahmu dan pastikan kamu memilih bibit unggul yang tahan hama agar tidak repot ke depannya.

Membeli bibit di toko pertanian jauh lebih mudah dibandingkan dengan membuat bibit melon sendiri yang kualitasnya belum tentu terjamin.

Jika kamu sudah membeli bibit, berikut cara mempersiapkan bibitnya:

  • Rendam bibit semalaman dalam air yang telah dicampur dengan fungisida
  • Tiriskan bibit, lalu simpan dalam tempat gelap sekitar 12-14 hari hingga jadi kecambah
  • Benih siap dipindahkan ke media semai

Berikut persiapan media semainya:

  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1
  • Masukkan ke dalam polybag

Saat memasukkan benih ke media semai, pastikan bagian benih yang runcing dihadapkan ke bawah dan media semai tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Siram media semai dua kali sehari agar tidak mengalami kekeringan.

3. Persiapan Media Tanam

Perlu kamu ketahui, media tanam tidak sama dengan media semai. Jadi sebaiknya kamu benar-benar mempersiapkan media tanam yang baik.

Berikut persiapan media tanam melon:

  • Siapkan polybag
  • Campur tanah, pupuk kandang, dan arang sekam menggunakan perbandingan 1:2:3
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag yang telah disiapkan dengan ditambah 1 liter humic acid, 2 gram pupuk NPK, dan 5 gram Furadan
  • Aduk rata

4. Pemindahan Media Tanam

budidaya melon polybag

sumber: pertanianku.com

Bibit yang telah berumur 2-3 minggu sejak disemai bisa dipindahkan ke media tanam sesuai ketentuan di atas.




Pada umur tersebut, tunas bibit umumnya telah mencapai ukuran sekitar 10 cm.

Siram media tanam terlebih dahulu supaya bibit yang telah disemai bisa cepat beradaptasi.

Waktu terbaik untuk memindahkan bibit dari media semai ke media tanam adalah pagi atau sore hari.

Hindari memindahkan bibit pada siang hari karena dapat merusak akarnya.

Umumnya, tanaman melon mudah menjalar pada usia sekitar 5-8 hari setelah dipindahkan ke media tanam.

Pada usia itu, sebaiknya media tanam sudah ditancapkan lanjaran agar arah rambat tanaman melon bisa diatur.

5. Pemangkasan dan Pemilihan Buah

Lakukan pemangkasan setiap hari untuk mengoptimalkan produktivitas dan pertumbuhannya karena pertumbuhan tanaman melon sangat cepat.

Pangkas cabang yang tumbuh pada ketiak daun pertama hingga ke-8, biarkan daun ke-9 hingga ke-13.

Untuk daun ke-13 hingga ke-17, tidak ada cabang yang harus dipelihara.

Untuk pemilihan buah, sebaiknya dipilih antara cabang ke-7 dan ke-12.

6. Pemberian Pupuk

pupuk melon

Setelah melakukan pemangkasan, sebaiknya kamu memberikan pupuk dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pupuk dasar adalah pupuk mutiara 15 gram dari setiap polybag
  • Pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK 16:16:16 dan KNO3 dengan cara ditaburkan di sekeliling tanaman atau dicampur dan disiram ke media tanam tanpa mengenai tanamannya
  • Pemupukan susulan hari ke-14 menggunakan NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-24 menggunakan NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-34 menggunakan NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-44 menggunakan NPK
  • Pemupukan susulan hari ke-54 menggunakan KN03

Dosis pada setiap pemupukan adalah 10 gram per polybag dan KNO3 1 gram per liter per polybag.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Berikut hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman melon:

  • Buang bagian yang dihinggapi hama
  • Gunakan insektisida
  • Gunakan fungisida sistemik

8. Pemanenan Melon

panen melon

sumber: cybermap.id

Pada umumnya, buah mulai tumbuh ketika tanaman melon memasuki usia 20 hari setelah memasuki media tanam.

Idealnya, buah dipanen pada usia 60 hari. Berikut ciri-ciri melon yang siap dipanen:

  • Warna kulit buah putih kekuningan
  • Terdapat cincin atau lingkaran retak pada tangkai
  • Tercium aroma harum dari buah melon

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts