Berita Ragam

8 Jenis Burung Langka di Indonesia yang Keberadaannya Kini Makin Terancam Punah

4 menit

Tahukah kamu, 8 dari 26 burung langka yang mengalami kenaikan status keterancaman dalam daftar merah IUCN berasal dari Indonesia. Yuk, kita kenali apa saja jenis burung tersebut!

Daftar merah IUCN merupakan sebuah data panjang terkait status keterancaman spesiew flora dan fauna di seluruh dunia.

Dikenal sebagai IUCN Red List, setiap jangka waktu tertentu isinya akan diperbarui oleh ratusan ilmuwan yang menyusunnya.

Setiap hewan yang masuk di dalam daftar merah akan dikelompokkan dalam 9 kategori, mulai dari NE atau Not Evaluated hingga EX atau Extinct.

Nah, pada 2019 lalu, daftar ini baru diperbarui dan ada 26 jenis burung yang keberadaannya semakin terancam di dunia.

Parahnya, 8 dari 26 burung langka tersebut berasal dari Indonesia, Sahabat 99.

Jenis Burung Langka yang Ada di Indonesia

1. Burung Langka Trulek Jawa

burung langka trulek jawa

Sumber: jalaksuren.net

Dikenal sebagai Trulek Jawa, jenis burung satu ini memiliki nama latin Vanellus macropterus.

Ukuran tubuhnya sedang sekitar 28 cm dengan bulu berwarna coklat keabuan dan kepala hitam.

Ia diketahui hidup di sepanjang pantai utara Jawa Barat dan pantai selatan Jawa Timur.

Data terakhir akan penampakan trulek jawa adalah di tahun 1940, kemudian seorang warga lokal mengaku melihatnya di tahun 2013.

Meski begitu, pencarian yang dilakukan masih belum bisa menemukan populasi dari burung langka satu ini.

Sehingga kini statusnya menjadi Critically Endangered (CE)-Possible Extinct atau kritis-kemungkinan besar punah dalam daftar merah IUCN.

2. Burung Gosong Tanimbar

burung gosong tanimbar

Sumber: wikimedia.org

Burung dengan nama latin Megapodius tenimberensis ini sekilas tampak seperti ayam.

Namun, sebenarnya ia termasuk spesies burung dan masuk dalam famili megapodiidae.

Habitat asalnya adalah pulau Tanimbar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Sebarannya yang terbatas membuat burung gosong satu ini kini masuk ke dalam kategori Vulnerable (VU) atau rentan.

Setelah sebelumnya masih berada di kategori hampir terancam (Near Threathened/NT).

Baca Juga:

7 Jenis Kayu Eksotis Khas Indonesia yang Bernilai Tinggi | No. 7 Sudah Langka!

3. Empuloh Janggut Burung Langka dari Pulau Jawa

empuloh janggut jawa

Sumber: ebird.org

Empuloh janggut dikenal juga sebagai burung ‘cucak jenggot’.

Hal ini karena di bagian bawah kepalanya ada bulu-bulu putih yang tampak seperti janggut.

Nama ilmiah burung satu ini adalah Alophoixus bres dan hanya berasal dari pulau Jawa.

Sementara burung empuloh lainnya yang berasal dari luar pulau Jawa, diketahui berasal dari spesies yang berbeda.

Sebelumnya, status cucak jenggot masuk dalam kategori resiko rendah atau least concern (LC).

Namun, dalam pembaruan daftar merah tahun lalu, statusnya naik dua level menjadi VU.

Diduga, hal ini terjadi karena empuloh janggut marak diburu akibat suaranya yang merdu.

4. Burung Cica-daun Sumatra

burung cica-daun Sumatra

Sumber: DiBird.com/©Jim Frazee

Cica-daun Sumatra dikenal pula sebagai ‘cucak ijo’ di kalangan pecinta burung.

Memiliki nama latin Chloropsis media, warna bulunya didominasi oleh hijau dengan pola seperti topeng pada burung jantan.

Di Indonesia ada 6 jenis cica-daun, salah satu yang terancam keberadaannya adalah cica-daun Sumatra.

Kini statusnya adalah genting atau Endangered (EN), seteleh sebelumnya masuk dalam kategori VU di tahun 2016.



5. Burung Langka Cica-daun Besar

Greater Green Leafbird

Sumber: wikiwand.com

Tak hanya cica-daun Sumatra, cica-daun besar juga mengalami kenaikan status kerentanan.

Padahal, sebaran jenis burung ini jauh lebih luas, yakni mulai dari pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan.

Di tahun 2012, burung ini masih masuk dalam kategori LC karena resiko punahnya rendah.

Namun meningkat menjadi VU pada tahun 2016 dan sekarang masuk dalam kategori EN.

Tampaknya, banyak pemburu liar yang menangkap burung berkicau satu ini karena tampilannya yang indah.

6. Burung Cica-daun Jawa

burung langka cica daun jawa

Sumber: jalaksuren.net

Masih dalam famili cica-daun, status cica-daun Jawa adalah yang paling mengkhawatirkan.

Pasalnya, di tahun 2016 statusnya masih masuk dalam kategori rendah, yakni LC.

Namun kini, status keterancaman cica-daun Jawa berubah seketika menjadi genting atau EN.

Burung satu ini memiliki warna yang lebih unik dan mencolok dari jenis lainnya, yakni warna biru terang di bagian sayap dan kuning tipis di sekitar area hitam wajah.

Sehingga banyak kolektor burung di pasar gelap yang mengincarnya.

7. Burung Kerak Perut-Pucat

kerak perut-pucat

Sumber: ebird.org

Kerak perut-pucat termasuk jenis burung jalak-jalakan dan hanya bisa ditemukan di Sulawesi Selatan.

Warna tubuhnya tampak pucat dengan pola warna putih di bagian ekor.

Burung dengan nama latin Acridotheres cinereus ini kini masuk dalam kategori VU dengan angka populasi antara 2500-9999 ekor.

Setelah sebelumnya berada dalam kategori LC di tahun 2016.

Baca Juga:

7 Jenis Kadal yang Bisa Dipelihara di Rumah. Unik, Ada yang Warna-warni!

8. Burung Langka Kacamata Jawa

burung langka kacamata jawa

Sumber: jalaksuren.net

Di pasar burung, ia dikenal dengan nama ‘pleci’ dan memiliki nama latin Zosterops flavus.

Nah, dari berbagai jenis burung kacamata, kacamata Jawa memiliki warna tubuh yang lebih kuning dan tidak memiliki pola garis di antara paruh dan mata.

Sehingga burung ini cukup popular di pasar burung dan memiliki harga yang tinggi.

Akibatnya, status burung kacamata Jawa berubah dari VU menjadi EN.

Sebab semakin banyak yang memburu dan memperdagangkannya secara ilegal.

Regulasi Perlindungan Burung Langka di Indonesia

Tahukah kamu, sebenarnya keberadaan burung langka telah diatur dalam Undang-Undang, lo.

Tepatnya di UU No.5 tahun 1990 yang mengatur tentang satwa yang dilindungi.

Pada pada 21 ayat 2 huruf a dan b, dijelaskan bahwa:

“Siapa saja tidak boleh sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati”

Kegiatan tersebut di ancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Tak hanya itu, seseorang yang dengan sengaja menjual, menyimpan, atau memiliki bagian dari satwa yang dilindungi juga di ancam dengan hukuman yang sama.

Meski begitu, lampiran daftar satwa liar yang dilindungi oleh peraturan ini sendiri tampaknya masih belum sejalan dengan daftar merah IUCN.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin tahu daftar perumahan di cikarang dengan lokasi yang strategis?

Segera kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu!




Hanifah

Hanifah adalah seorang penulis di 99 Group sejak tahun 2020. Lulusan Jurnalistik UNPAD ini fokus menulis tentang properti, gaya hidup, marketing, hingga teknologi. Di waktu senggang, ia senang menghabiskan waktu untuk kegiatan crafting dan membaca.

Related Posts