Rumah Tips & Trik

Budidaya Belut Kolam Terpal di Pelataran Rumah, Bikin Untung! (Disertai Contoh Perhitungan Modal dan Keuntungan)

3 menit

Belut kerap ditemukan di sawah lantaran hidupnya cenderung diperairan dangkal dengan dasar lumpur. Siapa sangka, budidaya belut kolam terpal bisa kamu coba guna meraup laba besar, lo. Yuk simak ulasanya pada artikel berikut!

Seperti diketahui, bentuk belut lebih mirip ular kendati hewan yang satu ini termasuk ke dalam sekelompok ikan.

Belut memiliki kandungan gizi yang besar.

Di antaranya yakni protein, lemak, karbohidrat, asam animo lengkap, fosfor, zat besi, magneisum, kalsium, vitamin B12, vitamin E, dan masih banyak lagi.

Oleh karenanya, banyak masyarakat yang menyukai belut untuk dikonsumsi layaknya ikan.

Selain ternak lele, melihat potensinya yang besar dalam budidaya belut ini, kamu bisa, lo, untuk mulai memperhitungkan untuk mencobanya.

Tenang, selain kolam tong, budidaya belut kolam terpal menjadi alternatif yang bisa kamu pilih.

Dari sisi modal atau harga, medium kolam terpal relatif lebih murah.

Peralatan yang dibutuhkan dan digunakan juga tergolong sederhana.

Kuncinya, dalam pembuatan kolam terpal dan cara budidayanya, kamu mesti tahu prosedur yang sesuai.

Langkah atau Cara Budidaya Belut Kolam Terpal

1. Persiapan Budidaya Belut Kolam Terpal

ternak belut kolam terpal

sumber: infoikan.com

Berbeda dengan kolam untuk budidaya ikan, pada budidaya belut kolam terpal, kamu membutuhkan tanah dan lumpur sebagai tempat hidup belut.

Maka dari itu, kolam terpal mesti diberi penyangga yang kuat supaya tidak jebol.

Selain itu, untuk diketahui, belut sering mengeluarkan lendir guna melindungi diri dan bertahan hidup.

Jika lendir yang dikeluarkan berjumlah banyak dan menumpuk, maka berpotensi merusak kualitas air.

Oleh karenanya, kolam terpal harus dibuat mengerucut pada bagian bawahnya dengan lubang pembuangan di bagian tengah.

Fungsinya untuk memudahkan pembuangan air ketika kamu hendak menggantinya.

Buatlah kolam terpal dengan ukuran ideal, misalnya 4 meter x 5 meter x 1 meter.

Kemudian, tinggi kolam terpal 80 sentimeter dengan media tanah sawah, cincangan jerami padi, dan potongan gedebog pisang.

2. Media Hidup Belut

belut di kolam terpal

sumber: starfarm.co.id

Dihimpun dari budidayaternak.id, media pembuatan kolam terpal untuk budidaya belut hampir sama dengan ternak belut di media drum dan sejenisnya.

Adapun media hidup belut mesti kamu perhatikan sebelum melakukan budidaya supaya hasilnya maksimal.

  1. Susunan pertama yakni gedebog pisang dengan ketebalan sekira 5 sentimeter
  2. Kemudian siapkan pula jerami setebal 5 sentimeter
  3. Tambahkan pupuk kompos
  4. Lapisan terakhir yaitu lumpur sawah sekitar 10 sentimeter
  5. Sertakan pula penyiraman mikroorganisme starter
  6. Setelah itu, rendam dengan air bersih setinggi 5 hingga 10 sentimeter di atas permukaan tanah atau bahan yang telah disiapkan sebelumnya
  7. Jika telah selesai, kamu hanya perlu menunggu 20 sampai 30 hari agar media ini matang atau terfermentasi.

Perlu diingat, media ini harus benar-benar matang sebelum penebaran bibit guna melancarkan pertumbuhan belut.

Usahakan pula untuk memeriksa kembali terpal agar tidak ada kebocoran.

3. Penebaran Bibit Belut

Untuk ukuran bibit atau benih belut, umumnya adalah sekitar 12-15 sentimeter dengan padat tebar yakni 25 ekor/m2 atau 1-1,5 kg/m2.

Kamu juga mesti memerhatikan kondisi bibit sebelum menebarnya.




Usahakan agar bibit atau benih belut dalam kondisi sehat dan mempunyai ukuran yang seragam supaya dapat dipanen dalam waktu bersamaan.

Sama dengan ternak lele, dalam pelepasan bibit, lakukan secara perlahan dan sedikit demi sedikit agar bibit belut tidak stres.

Biarkan belut-belut tersebut membuat lubangnya sendiri.

Adapun waktu penebaran bibit yang paling ideal adalah sore atau pagi hari (sebelum jam 8 pagi) guna memberikan masa adaptasi terhadap lingkungan barunya.

4. Pemberian Pakan Belut

cacing untuk pakan belut

sumber: dayaternak.com

Media tanah atau lumpur yang telah kamu buat pada kolam terpal sebenarnya merupakan makanan alami belut.

Pasalnya, dalam tanah tersebut kerap terdapat cacing, jentik nyamuk, atau makanan lain yang bisa dikonsumsi oleh belut.

Apabila ingin hasil yang lebih baik, sebelum bibit ditebar, kamu bisa memasukkan sejumlah keong, bekicot, atau binatang lainnya ke dalam tanah.

Nantinya, sumber makanan belut ini akan terurai dan bercampur dengan tanah atau media pembesaran belut.

Ada baiknya, kamu merebus dulu pakan belut tersebut.

Selain pakan yang telah disebutkan, kamu juga bisa memberi makanan lain.

Misalnya, kecebong, cacing, ikan kecil, dan sejenisnya.

Namun, perlu diperhatikan pula ketinggian airnya lantaran air yang terlalu tinggi bisa membuat belut kesulitan menangkap makanan.

5. Masa Panen

Belut yang telah ditebar dengan ukuran 12-15 sentimeter biasanya bisa dipanen dalam waktu 3-4 bulan.

Belut yang mulai bisa dikonsumsi biasanya berukuran panjang 30 sampai 50 sentimeter atau 3-5 ekor per kilogram.

Contoh Perhitungan Modal dan Potensi Keuntungan

Untuk diketahui sebelumnya, perhitungan modal dan keuntungan yang bisa didapat pada contoh yang akan dibeberkan tidaklah mutlak.

Artinya, perhitungan bisa lebih kecil atau lebih besar tergantung sejumlah faktor.

Dalam contoh perhitungan ini yang bisa kamu sesuaikan adalah jumlah kebutuhan kolam terpal, tenaga kerja, biaya pakan (tergantung bulan).

Melansir bisnisukm.com, inilah contoh perhitungan modal dan potensi keuntungan atau analisa ekonomi dari budidaya belut kolam terpal.

Modal Usaha Harga dalam Rupiah
Kolam terpal sebanyak 4 unit 2.000.000
Media tanam 1.500.000
Pompa air 1 unit 500.000
Peralatan budidaya dan panen 800.000
Total Modal 4.800.000

 

Biaya Produksi Per 6 Bulan Harga dalam Rupiah
Pakan (cacing, keong, bekicot) 16.000.000
Benih/bibit 240 kg (2 kali tebar) 8.400.000
Tenaga kerja 2 orang 7.200.000
Listrik 500.000
Penyusutan dan biaya lain-lain 1.300.000
Total biaya produksi 33.400.000

Pendapatan dan Keuntungan yang Didapat

Merujuk pada angka-angka tersebut di atas, maka pendapatan yang bisa diperoleh yakni 240 kg x 6 kali berat awal x Rp35.000 = Rp50.400.000.

Maka, keuntungannya adalah Rp50.400.000 – Rp33.400.000 = Rp17.000.000

Menarik, bukan?

***

Semoga ulasannya bermanfaat ya.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu mencari apartemen di wilayah Tengerang Selatan, bisa jadi Anwa Residence adalah tempat yang cocok.

Cek selengkapnya di www.99.co/id.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts