Berita Ragam

Bisnis Opium Pernah Legal di Indonesia & Jadi Sumber Devisa Negara. Penjualannya Capai 22 Ton!

2 menit

Siapa yang menyangka bahwa bisnis opium pernah legal di Indonesia. Bahkan praktiknya dilakukan oleh Pemerintah RI untuk membiayai militer. Penasaran seperti apa kisah selengkapnya? Yuk, simak artikel berikut ini!

Tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia pernah menjadi pengekspor candu.

Candu atau opium hasil produksi dalam negeri ini dibuat di kawasan Salemba untuk kemudian dijual ke luar negeri.

Tidak tanggung-tanggung, penjualannya konon mencapai angka 22 ton, lo.

Berikut kisah selengkapnya mengenai bisnis opium di Indonesia yang dilansir dari kompas.com.

Bisnis Opium di Masa Kabinet Hatta I

sejarah bisnis opium di indonesia

Percaya tidak percaya, bisnis opium pernah menjadi hal yang legal di Indonesia.

Bahkan, bisnis ini dilakukan langsung oleh Pemerintah RI untuk menambah devisa negara.

Hal ini tertuang dalam buku berjudul “Organisasi Kementerian Keuangan – Dari Masa Ke Masa” yang diterbitkan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan buku tersebut, dijelaskan bahwa ekspor opium Indonesia berlangsung pada tahun 1948.

Pada masa itu Indonesia masih terlibat perundingan dengan Belanda terkait kedaulatan negara Indonesia merdeka.

Untuk itu, pemerintah memerlukan banyak dana agar bisa membiayai perundingan yang berlangsung serta memenuhi dana angkatan perang serta agresi militer.

Tugas ini jatuh kepada Menteri Keuangan RI Masa Kabinet Hatta I, tepatnya pada Alexander Andries Maramis atau A.A. Maramis.

Marmis kemudian mengusulkan ekspor opium atau perdagangan vw dan emas ke luar negeri sebagai jalan keluar.

“Untuk menjaga hubungan ekonomi dengan dunia jika perjanjian Renville tidak dapat diselesaikan, Hatta menerima usulan Menteri Keuangan A.A. Maramis untuk melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain dengan menjual candu ke luar negeri,” tulis buku tersebut dikutip dari kompas.com.

Lebih lanjut dijelaskan hasil perdagangan vw dan emas ini juga digunakan untuk membayar gaji pegawai pemerintah.

Tidak jarang opium pun dibarter dengan senjata yang diselundupkan ke daerah Republik Indonesia.

Perdagangan ini terjadi pada akhir Februari 1948 dan disebut sukses menjual 22 ton candu mentah.



Pabrik Opium di Kawasan Salemba

pabrik opium salemba

Sumber: viva.co.id

Informasi ini tentu menimbulkan pertanyaan baru, dari mana opium atau candu tersebut berasal.

Faktanya, sejak tahun 1902 telah berdiri pabrik opium di kawasan Gang Kenari, dekat Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat.

Bangunan ini awalnya didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda dan dilengkapi dengan jalur distribusi pendukung.

Jalur tersebut berupa Stasiun Salemba dengan rel yang membentang dari Salemba ke arah Bogor, Banten, Bekasi, hingga Pasar Senen.

Melalui kawasan ini, ribuan butir opium dihasilkan dan didistribusikan ke seluruh kepulauan Nusantara.

Namun, pada tahun 1981 jalur kereta api tersebut ditutup setelah Pabrik Opium Salemba berhenti beroperasi.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Cluster Pascal Gading Serpong.




Hanifah

Hanifah adalah seorang penulis di 99 Group sejak tahun 2020. Lulusan Jurnalistik UNPAD ini fokus menulis tentang properti, gaya hidup, marketing, hingga teknologi. Di waktu senggang, ia senang menghabiskan waktu untuk kegiatan crafting dan membaca.

Related Posts