Berita Berita Properti

Diungkit Lagi, Biaya Proyek Jembatan Selat Sunda Ternyata Mencapai Rp100 Triliun!

2 menit

Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) baru-baru ini kembali menjadi bahan pembicaraan publik, padahal pembahasan proyek tersebut sudah lama dikubur pemerintah.

Bermula dari Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian era 2019-2014 itu mengatakan jika JSS dibangun maka potensi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bisa lebih optimal.

Proyek jembatan tersebut memang sempat digaungkan pada era SBY, namun dikubur di era Jokowi.

Melansir dari Detik, perhitungan rencana pembangunan JSS pernah disampaikan oleh Ratu Atut Chosiyah yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Banten.

Ia menyerahkan hasil pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda di Hotel Borobudur Jakarta pada 13 Agustus 2009 silam.

Dari hasil pra studi tersebut, rencana proyek JSS yang rencananya dibangun mulai 2009-2010 itu diketahui menelan dana sampai Rp100 triliun.

“Menurut studi kelayakan yang telah kita saksikan bersama, untuk pertanyaan berapa anggaran atau budget untuk proyek ini, kurang lebih Rp 100 triliun. Tetapi itu untuk infrastruktur pembangunan jembatan yang kurang lebih 29-30 km. Namun, lahan yang akan dikembangkan dalam kedua provinsi itu belum termasuk,” ungkap Atut.

Pendapat Hatta Rajasa Terkait Jembatan Selat Sunda

jembatan selat sunda

sumber: sindonews.com

Hatta Rajasa kembali mengungkit kembali potensi proyek JSS terhadap keberadaan JTTS dalam sebuah webinar.




“Potensi (Tol Trans Sumatera) ini akan lebih optimal apabila Jembatan Selat Sunda dibangun sehingga akan mendorong migrasi industri di Jawa yang padat menuju ke Sumatera. Migrasi ini akan berdampak munculnya kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian maka kita dapat mengatasi ketimpangan spasial antara wilayah,” papar Hatta dalam webinar HK Academy, Kamis (9/9).

Saat masih menjabat sebagai Menko Perekonomian, ia pernah menjabarkan fungsi dari JSS.

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya sekadar pembangunan jembatan penghubung saja, tapi juga mendorong pengembangan kawasan industri strategis di sekitar jembatan tersebut.

“Kita memikirkan ekonomi kita pada 10-20 tahun ke depan. Saat ini saja begitu ada gangguan sedikit saja Anda bisa melihat bagaimana truk-truk itu mengantre sampai 10 km karena memang ekonomi kita bergerak. Angkutan logistik meningkat, bahkan angkutan sudah melebihi 2 juta roda empat yang menyeberangi Selat Sunda tersebut,” kata Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Proyek tersebut dinilai sangat strategis karena bisa menjadi penghubung logistik dua pulau besar yang seringkali macet karena keterbatasan sarana penyeberangan.

Pada peralihan pemerintahan dari SBY ke Jokowi, rencana proyek tersebut tak dilanjutkan.

Terkait hal tersebut, Andrinof Chaniago selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada masa itu pernah memberikan penjelasan.

“Sampai sekarang tak pernah ada pernyataan dari Bapak Presiden akan memajukan itu ke dalam program proyek infrastruktur,” ungkapnya 31 Oktober 2014 lalu.

Ia pun menegaskan bahwa bahwa pemerintahan Jokowi belum tertarik untuk mengerjakan proyek tersebut.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Dramaga, Bogor?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts