Berita Berita Properti

Benarkah Biaya Membuat Jalan Tol di Era Jokowi Lebih Mahal karena Korupsi? Begini Penjelasan Pakar!

2 menit

Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri menuding biaya membangun jalan tol di era Jokowi membutuhkan modal jauh lebih banyak ketimbang sebelumnya. Apa alasannya?

Menurut Faisal Basri modal untuk membangun jalan tol di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi lebih mahal.

Ia menyebut itu sebagai contoh kasus dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang tergolong tinggi.

Melansir tempo.co, menurutnya, di era pemerintahan saat ini, untuk menambah satu kilometer jalan di Indonesia akan membutuhkan suntikan modal tambahan 50 persen lebih banyak dari sebelumnya.

“Kalau sebelumnya itu satu butuh empat koma sekian, sekarang 6,5. Ini jadi 50 persen lebih besar. Itu dahsyat sekali,” ujar Faisal dalam sebuah webinar, Sabtu, 29 Januari 2022.

Lantas apa penyebab dibutuhkannya biaya yang tinggi tersebut? Simak ulasannya di bawah ini!

Biaya Pembuatan Jalan Tol di Era Jokowi Lebih Mahal

Penyebab Biaya Tinggi Pembuatan Jalan Tol di Era Jokowi

Faisal mengatakan penyebab dibutuhkannya lebih banyak modal untuk membangun satu kilometer jalan tol antara lain adalah maraknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme atau KKN.

Baik melalui kolusi tender atau penunjukan langsung, sehingga, tak ada benchmark dalam pembangunan tersebut.

“Nah di tengah kondisi korupsi yang tinggi, bangun Ibu Kota juga uangnya makin lebih banyak tapi hasilnya sedikit,” kata Faisal.

“Inilah pengertian ICOR ini, sehingga proyek proyeknya mubazir, makin banyak proyek mubazir karena kongkalikong, perencanaannya tidak baik, di-mark up dan sebagainya dan sebagainya, negara juga yang rugi,” ujarnya lagi.




Jalan Tol yang Beroperasi di Tahun 2021

pembangunan jalan tol

sumber: kementerian pupr

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan hingga akhir tahun 2021 sepanjang 2.489,2 kilometer (km) jalan tol telah beroperasi di Indonesia.

Basuki menyatakan, adanya jalan tol yang kemudian terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan itu akan dapat mengurangi biaya logistik.

“Dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Desember 2021.

Pada November 2021, tercatat panjang ruas tol yang sudah beroperasi mencapai 2.457 km.

Angka itu adalah akumulasi dari ruas tol yang tuntas dan dioperasikan pada periode 1978-2014 sepanjang 795 km, periode 2015-2019 sepanjang 1.298 km, dan tahun 2020 sepanjang 246 km.

Sejak Januari 2021 hingga November 2021, sepanjang 122,9 km ruas tol telah mulai beroperasi dan pada Desember 2021 direncanakan sepanjang 32,2 km ruas tol lainnya akan beroperasi.

Dengan begitu, total jalan tol yang telah beroperasi di seluruh Indonesia pada akhir 2021 adalah sepanjang 2.489,2 km.

***

Demikian penjelasan mengenai biaya pembuatan jalan tol di era Jokowi.

Baca artikel menarik dan terbaru lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Ingin miliki rumah masa depan seperti di Cluster Griya Sakinah?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id dan Rumah123.com.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts