Berita Berita Properti

Biaya Kereta Cepat Membengkak, Erick Thohir Bandingkan dengan Proyek MRT Jakarta. Dianggap Wajar?

2 menit

Biaya kereta cepat membengkak terus menuai sorotan masyarakat karena dinilai tak sesuai janji pemerintah. Menteri BUMN Erick Thohir pun membandingkannya dengan proyek MRT Jakarta. Apa katanya?

Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung membengkak menjadi US$8 miliar atau setara Rp114,24 triliun, Property People.

Proyek kereta cepat bengkak karena disebabkan beberapa hal salah satunya adalah besarnya biaya pengadaan lahan.

Membengkaknya megaproyek tersebut membuat Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara.

Erick membandingkan proyek kereta cepat tersebut dengan proyek MRT Jakarta.

Lantas, apa kata pendiri Mahaka Group tersebut?

Simak informasi selengkpanya di bawah ini, ya!

Biaya Kereta Cepat Membengkak, Erick Bandingkan dengan Proyek MRT Jakarta

Sumber: viva.co.id

Dalam pembangunan proyek, Erick Thohir tak memungkiri kalau orang-orang membicarakan biaya.

“Kadang-kadang orang selalu membicarakan cost, cost, cost,” kata Erick melansir cncbindonesia.com.

Namun, tidak banyak yang menyadari kalau dalam suatu pembangunan ada perbedaan biaya yang ditimbulkan.

Sebelum membandingkan dengan proyek MRT, Erick menganalogikannya dengan membangun rumah.

Menurutnya, ada perbedaan ongkos yang harus dikeluarkan untuk membangun properti.

“Bangun rumah hari ini dibandingkan bangun rumah setahun yang lalu lebih mahal 40 persen,” ujar Erick.

Pebisnis itu pun kemudian membandingkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan MRT Jakarta.




Perbandingan Proyek Kereta Cepat vs MRT Jakarta

Sumber: jakartartamrt.co.id

Masih menurut sumber yang sama, Erick mengatakan kalau proyek MRT Jakarta yang merupakan kebanggaan DKI Jakarta itu terlambat 20 tahun.

“Tapi kalau 20 tahun yang lalu kita membangun MRT, harganya lebih murah atau lebih mahal? lebih murah.” katanya.

Nah, sama kemarin kenapa perjalanan pak presiden (Jokowi) ke Jepang, salah satunya pak presiden bicara MRT. MRT di Jakarta ini kan dibangun oleh Jepang dibangun di masa kepemimpinan Pak Jokowi sebagai gubernur,” lanjut Erick.

Menurut Erick, saat ini situasi yang dialami oleh proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pun sama.

“Kalau kereta cepat ini terus-terus ditunda harga pembangunannya tahun depan lebih mahal lagi. Gitu, lo. Nah, artinya apa? Harus segera diselesaikan,” kata Erick.

Maka dari, pemerintah berkomitmen terus melanjutkan proyek ini meskipun biayanya membengkak.

Melansir merdeka.com, saat ini progres investasi proyek tersebut telah mencapai 85 persen.

Sementara itu, progres fisik Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 76 persen.

Dalam satu kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa operasional kereta cepat ditargetkan bisa dimulai pada Juni 2023.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Simak artikel lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek rumah impian dari sekarang hanya di www.99.co/id dan rumah123.com.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Temukan ragam promo terbatas, salah satunya Cendana Homes!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts