Berita Berita Properti

BI Sebut Ada Kenaikan Penjualan Rumah Tapak Segmen Menengah. Apa Penyebabnya?

2 menit

Kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) guna mendorong pemulihan sektor properti, khususnya penjualan rumah tapak, berbuah manis lantaran adanya kenaikan penjualan.

Institusi perbankan dan masyarakat menyambut baik atas kebijakan BI tersebut.

Asisten Gubernur & Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung, mengatakan jika bank-bank kini mulai berani memberlakukan kebijakan uang muka 0 persen.

Namun, bank-bank ini juga tidak serta merta memberikan keringanan karena hanya pengembang kredibel yang mereka pilih untuk program tersebut.

Efeknya, minat masyarakat untuk berinvestasi di bidang properti, terutama rumah tapak mulai kembali meningkat.

“Data BI menunjukkan mulai ada kenaikan penjualan dan kredit properti,” ucap Juda Agung seperti dikutip Tribunnews.com.

“Sektor properti mulai membaik dengan meningkatnya penjualan rumah tapak khususnya segmen menengah di kisaran harga Rp600 jutaan,” tambahnya.

Di luar rumah tapak, Juda juga menerangkan bahwa KPR terus tumbuh.

KPR meningkat menjadi 4,84 persen year-on-year dan itu menjadi pertanda adanya pemulihan di sektor properti.

Tren Rumah Tapak Di Kawasan Industri

rumah tapak full furnished

Setidaknya hingga kuartal 2 tahun 2021, kebutuhan akan tempat tinggal terutama rumah tapak bagi masyarakat di kawasan industri mengalami peningkatan.

Jumlah peningkatan tersebut bahkan mencapai 20 sampai 30 persen.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan jika backlog perumahan menyentuh 10 juta unit secara nasional per Desember 2020.

65 persen di antaranya merupakan hunian bagi masyarakat tertentu.




Di antaranya masyarakat dengan penghasilan rendah atau MBR, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurutnya, kisaran rumah subsidi seharga Rp168 juta sesuai dengan harga yang telah pemerintah tetapkan sejak tahun 2020.

“Artinya sudah hampir dua tahun ini harga tidak naik,” ucapnya dilansir Liputan6.com.

Apabila memenuhi persyaratan dari bank, tidak menutup kemungkinan calon pembeli bisa langsung akad kredit dengan beberapa bank seperti Bank BTN.

“Makanya, dari Januari 2021 hingga akhir Mei lalu telah terjual 209 unit rumah subsidi,” tuturnya.

Spesifikasi Rumah Tapak dari Pengembang

pembangunan rumah

sumber: tribunnews.com

Para pengembang menyediakan rumah tapak dengan spesifikasi yang cukup beragam untuk calon pembeli.

Di proyek Holland Village Designer Homes Collection milik LPKR misalnya, tersedia opsi rumah tapak 2 lantai dengan opsi 2 atau 3 kamar tidur seperti;

  • Luas tanah 5×12 meter persegi
  • Luas 5,5×15 meter persegi
  • Luas 7×15 meter persegi

Sementara itu, di Puri Harmoni Muktiwari, Cibitung, Bekasi, tersedia rumah subsidi dengan luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 27 meter persegi.

***

Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu mencari hunian di sekitar Bogor, mungkin Grand Dahlia Cluster Tajur Halang bisa menjadi pilihan yang cocok.

Cek selengkapnya di www.99.co/id.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts