Berita Berita Properti

Beton Prategang: Pengertian, Metode Aplikasi, dan Kelebihannya

2 menit

Beton prategang banyak digunakan oleh berbagai proyek konstruksi karena terkenal tahan terhadap korosi. Ingin mengenal material ini lebih dalam? Yuk, simak seluk-beluknya pada artikel ini!

Kemajuan teknologi konstruksi di era modern membuat material beton terus berkembang dan menciptakan beton prategang.

Ya, beton ini dipercaya bisa dijadikan sebagai salah satu solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan beton.

Pasalnya, jenis beton ini mampu memberikan ketahanan yang optimal bila dijadikan sebagai material konstruksi.

Masih banyak lagi sebenarnya kelebihan-kelebihan dan hal-hal penting lainnya yang berkenaan dengan beton jenis ini.

Untuk memahaminya, kamu bisa simak pada uraian berikut ini.

Pengertian Beton Prategang

beton prategang

Terdapat beragam definisi menurut Peraturan Beton Indonesia (PBI), Draft Konsensus Pedoman Beton, dan American Concrete Institute (ACI).

Namun pada intinya, beton prategang merupakan beton yang diberikan tegangan-tegangan internal agar bisa mengurangi atau menghilangkan gaya tarik di dalamnya.

Tegangan internal yang diberikan terletak pada bagian tulangan beton yang terbuat dari baja.

Perpaduan antara beton dan baja tersebut akhirnya menghasilkan kekuatan beton prategang yang tahan terhadap tekanan berat dan tekanan tarikan sekaligus.

Konsep Dasar Beton Prategang

Dasarnya, beton prategang mengombinasikan beton berkekuatan tinggi dan baja mutu tinggi dengan cara aktif.

Pembuatan beton prategang dicapai dengan cara menarik baja dan menahannya ke beton, jadi membuat beton dalam keadaan tertekan.

Kombinasi aktif ini menghasilkan sifat yang lebih baik dari kedua bahan tersebut.

Mengapa Dibuat Beton Prategang?

Biasanya, banyak proyek konstruksi yang menggunakan material beton untuk menanggung berat seperti fondasi, jalan raya, jembatan, dan lainnya.

Namun, material beton ternyata hanya sanggup menahan tekanan dari beban berat di atasnya, sehingga material tersebut kurang bisa menahan tekanan dari gaya tarikan.

Dengan begitu, beton pun mudah mengalami keretakan yang bisa berbahaya bagi struktur bangunan secara keseluruhan.

Maka, dibuatlah beton jenis ini yang diklaim memiliki kekuatan untuk menahan tekanan berat dan tekanan tarikan sekaligus.

Metode Pelaksanaan Aplikasi Beton Prategang

Setelah memahami konsep dasar jenis beton tersebut, selanjutnya akan diberikan uraian lebih jelas mengenai metode pelaksanaan kerja dari beton prategang itu sendiri.

Cara kerjanya adalah dengan pemberian tekanan tegangan internal pada beton, sehingga tegangan tersebut dapat menghilangkan gaya tarikan yang ada.

Ada dua metode pelaksanaan kerja yang diterapkan pada pengaplikasiannya.

Berikut penjelasannya.

1.  Metode Pre-Tensioned

Metode ini disebut juga dengan metode pra-tarik yang bisa memberikan tegangan ketika beton belum dicor.




Gaya konsentris yang ada pada tegangan tersebut pun dipertahankan hingga beton mengeras.

Proses pembuatannya menggunakan kabel tendon yang diikat pada dua buah angkur.

Untuk metode kerjanya, angkur hidup yang telah ditanam pada beton ditarik menggunakan dongkrak.

Hal tersebut agar kabel tendon yang ada di dalamnya bisa bertambah panjang.

2.  Metode Post-Tensioned

Metode ini biasa disebut juga dengan metode pasca-tarik, yaitu pemberian tegangan beton yang dilakukan ketika beton sudah mengeras.

Aplikasi metode ini biasanya digunakan pada konstruksi jembatan bentang menengah hingga bentang panjang.

Aplikasi ini tidak diharuskan menggunakan kabel tendon yang diikat pada angkur.

Namun, proses pembuatannya adalah dengan cara beton dibiarkan mengeras hingga mencukupi umur beton tersebut.

Setelah itu, dongkrak dipasang pada angkur dan kabel tendon ditarik hingga mencapai tegangan yang telah direncanakan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Beton Prategang

beton prategang

1.  Kelebihan

  • Struktur beton akan terhindar dari retak terbuka di daerah tarik akibat beban kerja
  • Lebih tahan terhadap korosi
  • Kedap air, sehingga bagus digunakan untuk proyek yang dekat dengan perairan
  • Karena terbentuknya lawan lendut akibat gaya prategang sebelum beban rencana bekerja, lendutan akhir. setelah beban rencana bekerja akan lebih kecil daripada beton bertulang biasa
  • Lebih efisien karena dimensi penampang struktur beton prategang lebih ramping
  • Lebih hemat dalam penggunaan baja
  • Ketahanan terhadap geser dan ketahanan terhadap puntirnya meningkat

2.  Kekurangan

  • Diperlukan kontrol dan monitoring quality control (QC) yang lebih ketat dalam proses pembuatannya.
  • Terdapat kehilangan tegangan pada pemberian gaya prategang awal.
  • Diperlukan biaya tambahan untuk pengangkutan.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya, Property People.

Temukan artikel menarik lainnya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Apakah kamu sedang berburu hunian dijual seperti Premier Estate 3 di Cibubur, Bekasi?

Wujudkan angan miliki rumah incaranmu bersama 99.co/id dan rumah123.com, karena kami akan selalu #AdaBuatKamu.




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts