Berita Berita Properti

Beli Rumah DP Rendah di Bawah 20% Beneran Untung atau Malah Bikin Buntung?

3 menit

Membeli rumah secara tunai rasanya semakin sulit dilakukan di masa kini. Alasannya, harga rumah yang makin mahal belum lagi ditambah biaya administrasi ini dan itu. Itu sebabnya, fasilitas cicilan rumah atau KPR dengan DP rendah pun kini menjadi cara solutif untuk bisa punya rumah. Apalagi kalau bisa beli rumah DP rendah, makin cepat deh bisa punya hunian sendiri!

Bila membeli rumah dengan cara KPR, tentu kamu harus mempersiapkan uang muka (DP) yang cukup dan secara matang.

Untungnya sekarang banyak pengembang perumahan yang menawarkan DP rumah rendah, mulai dari 20% bahkan ada yang 0%.

Namun pertanyaannya, apakah membeli rumah dengan DP di bawah 20% merupakan strategi yang baik untuk kondisi finansial Anda?

Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini.

Alasan Memilih Rumah DP Rendah di Bawah 20%

DP di bawah 20% yang tergolong rendah umumnya dijadikan penawaran menarik oleh para developer saat memasarkan produk hunian terbaru mereka.

Namun begitu, rumah tersebut belum bisa ditempati langsung karena pembangunannya belum dilaksanakan.

Kamu pun harus menunggu selama beberapa bulan bahkan hingga 2 tahun untuk proses pembangunannya.

Kesempatan itu biasanya dimanfaatkan para pencari properti supaya bisa memiliki rumah dengan harga murah.

Itu mengapa penawaran DP rendah kerap dipilih oleh orang-orang.

Kerugian Beli Rumah DP Rendah

Tenyata ada beberapa kekurangan yang patut untuk kamu pertimbangkan sebelum membeli rumah dengan DP di bawah 20%.

Hal itu ialah:

1. Biaya Administrasi Lebih Besar

Apabila kamu membeli rumah dengan DP di bawah 20%, itu berarti nominal pinjaman yang diajukan ke bank menjadi semakin besar.

Angka pinjaman yang besar tersebut ternyata dapat memengaruhi nilai biaya administrasi yang harus dibayar.

Biaya administrasi akan dihitung dari jumlah pinjaman yang bank berikan.

Contohnya, kamu ingin membeli rumah seharga Rp350 juta dengan DP 20%.

Itu berarti sisa uang yang akan kamu pinjam ke bank adalah Rp280 juta.

Katakanlah biaya administrasi yang harus dibayarkan adalah  10% dari besarnya pinjaman yang disetujui bank.

Dengan demikian, kamu harus menggelontorkan Rp28 juta untuk biaya tersebut. Hal ini akan berbanding terbalik jika DP yang Anda ajukan lebih besar.

Jadi kalau jumlah uang memang lebih dari 20% DP, maka lebih baik gunakan saja semuanya untuk membayar DP agar plafon yang kamu ajukan semakin kecil.

2. Harga Akhir Rumah Jadi Lebih Mahal

Cicilan pinjaman dengan plafon besar akibat memilih DP di bawah 20% memang bisa lebih ringan jika kamu memilih tenor yang panjang.

Namun semakin lama tenor yang kamu pilih, maka harga rumah pun bisa menjadi semakin mahal.

Pada masa pembayaran cicilan, ada nominal pembayaran yang terkena bunga fixed dan juga bunga floating.




Masa pemberian bunga fixed biasanya lebih pendek dan diberlakukan di awal masa pinjaman.

Sedangkan masa bunga floating relatif lebih lama karena diberlakukan setelah bunga fixed hingga akhir masa pinjam.

Hal inilah yang membuat nilai rumah menjadi tinggi.

3. Kepemilikan Tertunda

Bank baru akan memberikan sertifikat rumah kamu saat seluruh cicilan KPR telah lunas.

Nah, ini pula yang jadi salah satu kekurangan yang bisa kamu rasakan jika memilih untuk membayar DP rumah di bawah 20%.

Saat pinjaman yang kamu ajukan bernilai besar dan waktu pelunasannya semakin lama, tentu waktu kepemilikan pun jadi semakin tertunda.

Kelebihan Rumah dengan DP Rendah

Walau terdengar menyeramkan, memilih rumah dengan DP 20% atau lebih kecil dari itu dapat memberikan manfaat juga, yaitu:

1. Bisa Punya Rumah Lebih Cepat

Bagi kamu yang sudah terdesak untuk memiliki rumah namun dananya masih terbatas, membeli rumah dengan DP kecil akan menjadi pilihan yang bermanfaat.

Semakin kecil nominal DP, makan mengumpulkan modal pun akan terasa semakin ringan.

2. Tidak Perlu Mencairkan Banyak Uang

Sebelum membayarkan uang muka rumah, kamu tentunya sudah memiliki sejumlah tabungan ‘kan?

Apabila nominal tabungan lebih besar dari uang DP, kamu pun tidak perlu repot-repot mencairkan dana dengan jumlah yang banyak ke bank.

3. Punya Tabungan untuk Hal Tak Terduga

Sisa uang tabungan kamu yang bersisa, bisa digunakan untuk berinvestasi atau pun ditabung agar mendapatkan bunga.

Hasilnya nanti bisa bermanfaat untuk keperluan lain yang bersifat emergency atau untuk membiayai cicilan di masa depan.

Selain untuk kedua hal tersebut, kamu pun akan memiliki tabungan untuk pembayaran tak terduga di tengah masa cicilan.

Misalnya kamu mengalami gagal bayar akibat bunga floating, uang tabungan itu bisa bermanfaat untuk menutupinya sementara.

Lantas, Apakah Lebih Baik Beli Rumah DP Ringan atau Tidak?

Orang-orang mungkin akan menyarankan kamu untuk mengambil kesempatan membeli rumah dengan DP di bawah 20%.

Namun apa pun pilihan yang kamu ambil, semuanya kembali pada kebutuhan dan pertimbangan diri.

Sebelum memilih, pastikan untuk mencari KPR dan membandingkan berbagai pilihan pinjaman yang memang sesuai dengan kemampuan kamu.

Semoga ulasan di atas tadi dapat membantu kamu memutuskan pilihan yang paling tepat.

Yuk, cari properti idaman kamu dan kunjung www.99.co/id.

Baca juga Berita Properti, ulasan tentang rumah, KPR, finansial, hingga gaya hidup di 99.co Indonesia.




Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih.

Related Posts