Berita Ragam

Bacaan Tawasul yang Mustajab untuk Mendekatkan Diri kepada Allah Beserta Hukumnya

4 menit

Tawasul adalah upaya memanjatkan doa kepada Allah Swt. melalui perantara nama seseorang yang dianggap suci. Lantas, bagaimana bacaan tawasul yang mustajab untuk mendekatkan diri kepada Allah?

Bagi seorang muslim, doa merupakan salah satu upaya agar apa yang kita inginkan bisa terkabul.

Nah, dalam Islam, tawasul menjadi cara untuk mengabulkan doa karena memiliki sejumlah keutamaan.

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tawasul berarti mengerjakan suatu amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt..

Salah satu keutamaan tawasul antara lain untuk mendapatkan rida Allah Swt. sebagaimana firman-Nya yang tertuang pada surat Al-Maidah.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah: 5/35)

Pengertian Tawasul?

bacaan tawasul yang mustajab

Tawasul diambil dari kata Al-Wasilah yang artinya segala sesuatu yang bisa menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu hal.

Sementara menurut istilah, tawasul adalah hal yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., salah satunya dengan melakukan amalan baik yang telah disyariatkan.

Dengan demikian, arti tawasul bisa dimaknai sebagai aktivitas yang dilakukan supaya doa yang dipanjatkan dapat terkabul.

Perihal mendekatkan diri kepada Allah Swt. tertuang dalam surat Al-Maidah ayat 35.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.

Tawasul yang Diperbolehkan dan Hukumnya

Melansir berbagai sumber, kendati tawasul acapkali dijadikan medium untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., ternyata ada pula tawasul yang dianggap menyimpang dalam Islam.

Seperti telah disinggung, tawasul yang diperbolehkan dalam Islam adalah tawasul yang sesuai syariat.

Misalnya, tawasul kepada para wali, tawasul kepada 4 malaikat, tawasul dengan nama-nama Allah atau asmaul husna.

Bertawasul dengan asmaul husna dan sifat-sifat Allah juga dilakukan oleh nabi sebagaimana hadis berikut ini.

Rasulullah saw. bersabda dalam doa, “… Aku memohon dengan setiap nama-Mu, yang Engkau memberi nama diri-Mu dengannya, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau sembunyikan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu.” (HR. Ahmad)

Tawasul kepada Rasulullah saw.

Rasulullah saw. adalah kekasih Allah Swt. dan ini menjadi dasar dibolehkannya umat muslim untuk bertawasul kepada Rasulullah.

Bacaan doa tawasul yang mustajab kepada Rasullullah saw. dan seluruh nabi dijelaskan Imam Nawawi dalam kitab Al Kawakib Al Durriyah fi Tarajum Al Sadah Al Shufiyah.

Allohumma inni atawajjahu ilaika bijaahi nabiyyika muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallama wa bi abawaina adama wa hawwa-a ‘alaihimas salaam wa ma bainahuma minal anbiyaa-I wal mursaliina. Iqdhi haajati… (menyebutkan hajat).

Artinya:

Ya Allah, aku menghadapkan diriku kepada-Mu dengan kedudukan Nabi-Mu, Muhammad saw. dan dengan kedua orang tua kami, Adam dan Hawa, dan dengan para nabi dan rasul di antara keduanya. Penuhi hajatku (menyebutkan hajatnya).

Tawasul kepada Wali Allah

Sementara itu, Sayyid Abdurrahman Ba’alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin menyebut tawasul juga diperbolehkan melalui para wali Allah.

Menurutnya, semua bentuk tawasul itu boleh karena para wali dijadikan sebagai teladan.

Tidak hanya itu, para wali juga menjadi orang yang mengajarkan syariat Islam kepada kita semua.

Bacaan Tawasul yang Mustajab

bacaan tawasul yang mustajab

sumber: merdeka.com

Melansir berbagai sumber, berikut adalah bacaan tawasul yang mustajab.



  1. Astaghfirullahal’adzim (3x)
  2. Asy-hadu allaa-ilaaha illallah wa asy-hadu anna Muhammadar-rosulullah.
  3. ‘Ala hadzihin niyati w’ala kulli niyatin sholihah, ilaa hadrotin nabiyil-musthofa Muhammadin shollallahu alaihi wasalam, wa ‘alaa aalihi wa azwajihi wadzurriyyatihi wa ahli baitihil-kirom ajma ‘iin, Syai-u lillahi lahumul-faatihah.
  4. Tsumma ila hadroti jami-‘I ash-habi rosulillahi shollallahu alaihi wasalam, khusushon sayyidina Abu Bakar Shidiq wa ‘umarobnil-khothob, wa ‘Utsmanabni ‘Affan, wa ‘Ali bin Abi Tholib wa ‘ala baqiyati min shohabatihi ajma’iin, wa ila jami’il-anbiya-I, wal mursalin, was Syuhadaa-I, was-Sholihin, wal-‘ulamaa-il-‘aamilin, wal-Malaa-ikatil-Muqorrobin, wal-Karubiyyin, war-Ruhaniyyin, wal-Karomal-Kaatibin wa li sayyidina Malaa-ikati: Jibril, Mika-il, Isrofil, Izro-il, wa hamalatil-‘arsyi ‘alaihimussalam ajma’iin. Syai-u lillahi lahumul Faatihah.
  5. Tsumma ila hadroti jami’I Awliya-illahi mingkulli waliyyin wa waliyatin, mimmasyaariqil-ardhi ila maghoribiha, fii barriha wa jami’I Awliya-I, Sayidina Syekh ‘Abdul Qodir Al Jailani, Shohibil-Karromah wal-Ijazah, Qoddasa Ilohu sirrohu, Tsumma Ila arwahi jami Aba-ina, wa ummahatina, wa jaddina, wa jaddatina, wa kholina wa kholatina, wa ‘ammina wa ‘ammatina, wa jami’I ustadzina, wa kholina wa kholatina, wa ‘aamina wa ‘aamatina, wa jami’I ustadzina wa asatidzatina, wa masyayikhina wa masyayikhi masyayikhina, wa lijami’I jama’atina, wa zaujina wa zaujatina wa auladina wa banatina wa dzurriyatina wa ikhwanina minal-muslimina wal-muslimat wal-mukmunina wal-mukminat, wa liman hadhoro fi hadzal-majlisi minal-mukminin, rohmatullahi ta’ala ‘alaina wa ‘alaihim aja’in. Syai-ul lillahi lana wa lahum ajma’in Al-faatihah.

Prinsip Bertawasul

Setelah mengetahui bacaan tawasul yang mustajab, tiap-tiap muslim perlu memahami prinsip tawasul terlebih dahulu.

Ada empat prinsip dalam bertawasul menurut M. N. Ibad dalam buku Dzikir Agung para Wali Allah.

Berikut penjelasannya:

  1. Meyakini hanya Allah-lah tempat memohon dan zat yang Maha Mengabulkan Permohonan. Ia tidak boleh meyakini para nabi, wali, atau siapa pun yang ditawasuli adalah orang yang dapat mengabulkan doa.
  2. Menyadari diri penuh dosa sehingga memerlukan perantara orang saleh sebagai pihak yang berhak dikabulkan permohonannya.
  3. Menyadari bahwa tawasul adalah cara memohon dan meminta pertolongan kepada Allah yang lebih sopan.
  4. Menyadari seluruh anugerah dari Allah yang tercurah selalu melalui perantara.

Bacaan Tawasul Lengkap NU

Bagi masyarakat NU, berikut ini bacaan tawasul lengkap NU yang dapat dilantunkan.

Bismillahirrohmanirrohiim

Ilaa hadhorotinnabiyyil musthofa, shollallhu alaihi wasallama wa aalihi wa azwaajihi, wa awlaadihii, wa dzurriyaatihii, (Al Fatihah).

Tsumma ilaa hadhoroti ikhwaanihii minal anbiyaa I walursalin, wal auliyaaa’i

Wasyy syuhadaaa I wash shoolihiin, wash shobaati wattaabi ‘iin, wal ‘ulamaaa il ‘aamiliin, walmushonnifiinal mukhlishiin, wa jamii ‘il malaaaikatil muqorrobiina khushuushon

Sayyidinasy syaikho ‘abdal qoodiri jailaanii, (Al Fatihah)

Tsumma ilaa jamii’I ahlilqubuuri minalmuslimiina walmuslimaati walmu’miniina

Walmu’minaati min masyaariqil ardhi ilaa magoorobihaa. Barrihaa wa bahrihaa.

Khusuushon aabaaa anaa wa ummahaatinaa wa ajda danaa wa jaddaa tinaa wa masyaa yi khonaa wa masyaa yikho masyaa yikhinaa wa asaatidzaatinaa wa asaa tidzati asaatidzaatinaa walimanijtama’naa haa hunaa bisaba bihii (Al Fatihah).

Bismillahirrohmanirrohiim

Qul huwallohu ahad
Allohush shomad
Lam yalid walam yuulad
Walam yakullahuu kufuwan ahad (3x)

Laa ilaaha illallohu Allohuakbar walillahilham

(An-Nas 3x)

Laa ilaaha ilaallhou Allahuakbar walillahilham

(Al Fatihah)

Bismillahirrohmanirrohiim

Alif Laaam Miim
Dzaalikal kitaabu laa royba fiihi hudallil muttaqiin
Alladzina yu’minuuna bilghoibi wa yuqiimuunash sholaata
Wamimma rozaqnaahum yungfiquuun
Walladziina yu’minuuna bimaaa unn zila ilaika wa maa unnzila minn qoblika wa bil aakhiroti hum yuuqinuun
Ulaika ‘alaa hudammirrobbihim wa ulaaika humul muflihun

Wa ilaahukum ilaahuw waahid. Laa ilaaha illa huwarrohmaanurrohiim

(Ayat Kursi, Al Baqarah 163)

(Al Baqarah 255)

Irhamna yaa arhamaarroohimiin 7x.

FAQ

Bagaimana bacaan tawasul yang benar?

Tsumma ila hadroti jami’I Awliya-illahi mingkulli waliyyin wa waliyatin, mimmasyaariqil-ardhi ila maghoribiha, fii barriha wa jami’I Awliya-I, Sayidina Syekh ‘Abdul Qodir Al Jailani, Shohibil-Karromah wal-Ijazah, Qoddasa Ilohu sirrohu, Tsumma Ila arwahi jami Aba-ina, wa ummahatina, wa jaddina, wa jaddatina, wa kholina wa kholatina, wa ‘ammina wa ‘ammatina, wa jami’I ustadzina, wa kholina wa kholatina, wa ‘aamina wa ‘aamatina, wa jami’I ustadzina wa asatidzatina, wa masyayikhina wa masyayikhi masyayikhina, wa lijami’I jama’atina, wa zaujina wa zaujatina wa auladina wa banatina wa dzurriyatina wa ikhwanina minal-muslimina wal-muslimat wal-mukmunina wal-mukminat, wa liman hadhoro fi hadzal-majlisi minal-mukminin, rohmatullahi ta’ala ‘alaina wa ‘alaihim aja’in. Syai-ul lillahi lana wa lahum ajma’in Al-faatihah.

Tawasul dibagi menjadi berapa?

Tawasul dibagi menjadi dua, yaitu tawasul syar’i dan tawasil bid’i.

Kepada siapa kita bertawasul?

Tawasul yang sesuai syariat yakni kepada para wali, tawasul kepada 4 malaikat, tawasul dengan nama-nama Allah atau asmaul husna.

***

Itulah bacaan tawasul yang mustajab, Property People.

Semoga bermanfaat, ya.

Yuk, baca ragam informasi menarik hanya di Berita.99.co.

Follow juga Google News kami agar tidak ketinggalan informasi terkini, ya.

Jangan lupa untuk mengunjungi laman www.99.co/id guna menemukan beragam rumah idaman dan properti lainnya.

Dapatkan pula berbagai promo dan diskon menggiurkan karena ternyata beli hunian emang #segampangitu.




Hendi Abdurahman

Mengawali karier sebagai penulis lepas seputar tema olah raga di sejumlah media online. Sejak 2021 menjadi penulis konten di 99 Group dengan cakupan tema meliputi properti, marketing, dan gaya hidup. Senang menjelajah kota di akhir pekan.
Follow Me:

Related Posts