Berita Berita Properti

As Built Drawing adalah Syarat Penerbitan SLF dalam Konstruksi Bangunan. Ini Penjelasan dan Perbedaannya dengan Shop Drawing!

4 menit

As built drawing adalah istilah yang wajib diketahui jika kamu ingin mengajukan penerbitan SLF. Yuk, cari tahu lebih lengkapnya di bawah ini!

Dalam proyek pengerjaan konstruksi, kamu akan sering mendengar tentang as built drawing atau gambar rekaman akhir.

Namun, tidak semua mengetahui apa itu as built drawing.

Singkatnya, as built drawing adalah gambar teknik hasil laporan hasil pekerjaan dari shop drawing.

Untuk lebih jelasnya, tengok ulasannya berikut ini!

Apa Itu As Built Drawing?

pengertian as built drawing

sumber: cbd.cx

As built drawing adalah gambar teknis bangunan yang sesuai dengan kondisi bangunan di lapangan.

Gambar rekaman akhir ini telah mengadopsi semua perubahan yang terjadi selama proses pengerjaan konstruksi.

Artinya, setiap adanya perubahan dari desain aslinya harus memiliki gambar rekaman akhir dan melalui pengecekan oleh penyedia jasa konstruksi atau konsultan.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat as built drawing.

Inilah beberapa poin tersebut.

  • Deskripsi modifikasi
  • Tanggal modifikasi
  • Koreksi yang jelas dan tidak bertele-tele
  • Item kode warna perubahan yang ditambahkan dan yang dihapus
  • Skala gambar tidak berbeda dengan gambar desain sebelumnya
  • Menyertakan gambar dan lampiran untuk penggunaan di lain waktu

Tujuan Pembuatan Gambar Rekaman Akhir

Tujuan dari pembuatan gambar rekaman akhir dalam proyek pengerjaan konstruksi adalah sebagai berikut:

  • Merekam setiap perubahan yang dibuat selama proses pembangunan yang berbeda dari desain aslinya.
  • Memudahkan pekerjaan kontraktor pada saat situasi darurat.

Alasan Pembuatan as Built Drawing itu Penting

orang yang membuat as built drawing

Proses kontruksi umumnya tidak selesai tepat waktu seperti yang telah direncanakan.

Bahkan, jika melihat pengerjaannya di lapangan, terkadang ada beberapa perubahan yang dilakukan secara mendadak oleh pengembang atau penyedia jasa konstruksi.

Adanya gambar rekaman akhir, kontraktor bisa mencatat perubahan apa saja yang terjadi selama proses pengerjaan.

Siapa yang Membuat Gambar Rekaman Akhir?

Gambar rekaman akhir dibuat oleh arsitek atau konsultan yang mempunyai keahlian dan pengetahuan dalam bidang konstruksi.

Namun, pada kondisi tertentu, kontraktor kerap dilibatkan dalam pembuatan gambar rekaman akhir.

Dalam hal ini, kontraktor akan menambah mark-up perubahan pada gambar konstruksi akhir saat berada di lokasi proyek.

Nantinya, gambar tersebut akan digunakan oleh konsultan untuk menyusun gambar rekaman akhir dari proyek yang sudah selesai.

Gambar ini dapat digunakan untuk pengoperasian dan pemeliharaan gedung di kemudian hari.

Ketentuan as Built Drawing

gambar konstruksi sebuah bangunan

sumber: designingbuildings.co.uk

Ada beberapa ketentuan umum dalam menyusun konten pada gambar as built drawing.

Berikut adalah ketentuan gambarnya.

  1. Gambar rekaman akhir diperoleh dari shop drawing yang berisi perubahan selama proses pengerjaan konstruksi.
  2. Jika selama proses pengerjaan konstruksi yang dibangun tidak ada perubahan, shop drawing dapat digunakan sebagai gambar rekaman akhir.
  3. Gambar rekaman akhir wajib disusun secara lengkap dan jelas. Jadi, gambar tersebut harus terdiri dari potongan memanjang, potongan melintang peta lokasi, layout, detail, dimensi dan ukuran yang jelas, serata data lain yang diperlukan.

Kelengkapan Gambar Rekaman Akhir

Seperti yang disinggung sebelumnya, gambar rekaman akhir harus jelas dan lengkap.

Untuk itu, gambar rekaman akhir membutuhkan beberapa kelengkapan.

Inilah daftar kelengkapan dari gambarnya.



  1. Gambar nyata denah bangunan
  2. Gambar tampak bangunan dan material finishing-nya
  3. Gambar potongan bangunan
  4. Gambar denah atap, rangka, dan bahan penutup atap
  5. Gambar bukaan
  6. Bahan denah pola lantai, bahan penutup lantai beserta mereknya, ukuran serta kode cat, dan sub kontraktor yang mengerjakan proyek
  7. Gambar denah air bersih
  8. Gambar denah air kotor dan kotoran
  9. Gambar denah listrik yang biasanya dibuat oleh sub kontraktor yang menjelaskan alur distribusi listrik
  10. Gambar struktur bangunan yang didukung garansi produk, manual operation, nama-nama sub kontraktor, dan foto dokumentasi
  11. Gambar detail pendukung yang meliputi:
    • Gambar detail kamar mandi
    • Gambar detail plafond dan type cornice
    • Gambar detail dapur
    • Gambar detail fasad bangunan
    • Gambar detail void, balkon, railing tangga, dan pagar
    • Gambar detail bak kontrol dan septic tank.

Proses Pembuatan as Built Drawing Menggunakan Software

pembuatan as built drawing menggunakan software

sumber: fiverr.com 

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, pengerjaan gambar rekaman akhir dapat diselesaikan dengan menggunakan software seperti Autodesk AutoCAD.

Penggunaan software ini membuat proses pembuatan gambar hasil konstruksi lebih efektif dan efisien.

Di samping itu, penggunaan perangkat lunak tersebut juga bisa menghasilkan gambar dengan kualitas yang baik.

Walhasil, arsitek maupun konsultan konstruksi bangunan bisa dengan mudah mendokumentasikan semua perubahan yang dilakukan saat berada di lapangan.

Dalam pembuatan gambar rekaman akhir menggunakan software, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar hasilnya sesuai yang diinginakan.

Berikut adalah beberapa tips yang dimaksud.

  1. Pastikan memilih perangkat lunak yang mampu menghasilkan gambar secara jelas dan akurat
  2. Pilih software dengan catatan riwayat yang bisa ditelusuri untuk memastikan tidak ada hal kecil yang terlewatkan

As Built Drawing sebagai Syarat Penerbitan SLF

Saat mengurus proses penerbitan SLF sebuah gedung, as built drawing adalah salah satu dokumen yang wajib dipersiapkan.

Selain gambar rekaman akhir, pemohon harus melampirkan beberapa dokumen pelaksanaan konstruksi lainnya.

Beberapa dokumen tersebut antara lain:

  • Surat Pernyataan Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung,
  • Sertifikat persetujuan bangunan gedung (PBG),
  • bukti kepemilikan bangunan gedung,
  • dokumen status atas hak tanah, dan
  • permohonan penerbitan SLF yang ditujukan kepada pemerintah terkait.

Pemohon juga wajib mengikuti beberapa ketentuan yang telah ditetapkan.

Berikut ketentuannya:

  1. Bangunan gedung telah selesai pelaksanaan konstruksinya.
  2. Menyertakan lampiran dokumen pelaksanaan konstruksi
  3. Permohonan penerbitan SLF yang ditujukan kepada:
    • Pemerintah daerah; untuk bangunan gedung selain bangunan gedung fungsi khusus
    • Menteri Pekerjaan Umum; untuk bangunan gedung yang berada di wilayah DKI Jakarta
    • Gubernur; untuk bangunan gedung fungsi khusus di provinsi lainnya sebagai pelaksanaan tugas dekonsentrasi dari pemerintah pusat.

Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing

perbedaan dengan shop drawing

sumber: united-bim.com

Meski sama-sama termasuk gambar konstruksi, terdapat beberapa perbedaan antara shop drawing dan gambar rekaman akhir.

Berikut perbedaan keduanya.

Perbedaan Shop drawing As built drawing
Dasar pembuatan Mengacu pada gambar rencana yang dibuat sebelumnya oleh konsultan perencana. Mengacu pada gambar shop drawing yang telah disetujui konsultan pengawas.
Isi gambar Gambar detail dan menyeluruh. Gambar perbaikan dari gambar pelaksanaan yang ada.
Waktu pembuatan Sebelum proyek konstruksi dimulai. Setelah proyek konstruksi selesai.
Fungsi Sebagai pedoman pelaksanaan proyek konstruksi. Sebagai laporan hasil proyek konstruksi.

***

Semoga informasi seputar gambar rekaman akhir di atas dapat memberikan manfaat untuk Property People.

Pantau terus artikel properti lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa cek 99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian idamanmu karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satu hunian ideal dengan harga terbaik hadir di Pagedangan, Tangerang, yakni The Zora.




Emier Abdul Fiqih P

Menjadi penulis di 99 Group sejak 2022 yang berfokus pada artikel properti, gaya hidup, dan teknologi. Lulusan S2 Linguistik UPI ini sempat berprofesi sebagai copy editor dan penyunting buku. Senang menonton film dan membaca novel di waktu senggang.
Follow Me:

Related Posts