Berita Berita Properti

Mengenal Karya Achmad Noeman, Arsitek Legendaris Indonesia yang Membangun “Seribu Masjid”

3 menit

Sahabat 99, apakah kamu tahu sosok Achmad Noeman? Beberapa masjid ikonik yang pernah kamu datangi mungkin merupakan mahakaryanya, loGak percaya? Simak artikel selengkapnya di sini!

Ir. H Achmad Noe’man merupakan seorang arsitek asal Garut, Jawa Barat.

Pria kelahiran 10 Oktober, 1926 itu dikenal dengan julukan “Arsitek Seribu Masjid” atau “Maestro Arsitektur Masjid Indonesia”.

Singkat cerita, Achmad mendedikasikan hidupnya sebagai seorang arsitek untuk membangun banyak masjid di Indonesia.

Kini, masjid-masjid karya pria yang wafat pada 4 April, 2016 lalu ini dicap sebagai bangunan Islami ikonik dan bersejarah di Indonesia.

Untuk mengenang jasanya, yuk kita tengok karya-karya ikonik Achmad Noeman di Indonesia dan dunia!

Masjid-Masjid Terkenal Karya Achmad Noeman

1. Masjid Salman ITB, Bandung

masjid salman itb achmad noeman

sumber: salmanitb.com

Masjid Salman ITB di Bandung merupakan salah satu karya Achmad Noeman yang masih berdiri kokoh sampai sekarang.

Dilihat dari segi arsitektur, masjid ini merupakan tonggak penting dalam pembaruan desain masjid-masjid di Indonesia.

Pasalnya, desainnya dibuat minimalis dengan mengurangi atap tumpak dan kubah seperti yang terlihat pada masjid tradisional.

Masjid Salman yang dirancang pada tahun 1964.

Namanya diberikan oleh mantan presiden Soekarno yang merupakan lulusan Teknik Sipil IT.

Tidak hanya minimalis, Masjid Salman juga dibangun dengan arsitektur efisien.

Masjidnya diletakkan di tengah ruangan hijau terbuka, membuat bangunan terlihat sejuk, asri, dan tenteram,

2. Masjid At-Tin TMII, Jakarta

masjid at=tin tmii

sumber: detik.com

Bertempat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Masjid At-Tin dibangun pada bulan April 1997.

Masjidnya memakan area seluas 70.000 meter persegi dengan kapasitas 9.000 jamaah di dalam masjid dan 1.850 di selasar.

Pembangunannya selesai pada awal tahun 1999 dan mulai dibuka untuk umum pada 26 November, 1999.

Achmad membangun Masjid At-Tin dengan desain kontemporer modern yang inovatif.

Masjid dibangun dengan sudut lancip dan simetris.

Hal ini berbeda dengan desain masjid yang biasanya menggunakan lengkung dan bentuk bulat seperti pada kubah.

3. Masjid Raya Bandung

masjid raya bandung achmad noeman

sumber: kompas.com

Siapa sih, yang tidak tahu masjid unik di tengah kota Bandung satu ini?




Pertama kali dibangun pada tahun 1810, Masjid Raya Agung telah melalui proses renovasi sebanyak 8 kali di abad ke-19.

Di era modern, masjidnya kembali dirombak pada 4 Juni 2003.

Bangunannya dirancang lebih modern dengan menggantikan elemen desain Arab menjadi tradisional Sunda yang unik dan khas.

Ukiran-ukiran khas Sunda terlihat pada dinding putih yang menyelimuti Masjid.

Ini dilakukan untuk menghormati dan memberdayakan budaya Sunda di kota Bandung.

Achmad Noeman tidak bekerja sendiri dalam merancang Masjid Raya Bandung.

Ia ditemani 3 rekan kerjanya, yaitu Ir. H Keulman, Ir. H Arie Atmadibrata, dan Prof Dr. Slamet Wirasonjaya.

4. Masjid Istiqlal Sarajevo, Bosnia

masjid istiqlal bosnia

sumber: detik.com

Tidak hanya di Indonesia, Achmad Noeman juga pernah ditugaskan untuk membangun masjid di Eropa, salah satunya Bosnia.

Dinamakan Masjid Istiqlal, bangunannya terletak di Otoka, Sarajevo, yang merupakan salah satu kota tersibuk di Bosnia.

Masjid Istiqlal dibangun atas hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Bosnia sebagai tanda persahabatan dua negara.

Bangunan masjid dirancang sangat modern.

Bahkan, kubah masjid tampak jauh dari desain tradisional yang biasanya menggunakan keramik atau beton menguncup.

Oleh karena bangunannya yang tidak sebesar karyanya yang lain, Achmad memanfaatkan kubah sebagai sumber pencahayaan.

Beberapa kaca ia pasang pada kubah sebagai jendela skylight sehingga isi masjid pun menjadi lebih terang.

5. Masjid Syekh Yusuf Cape Town, Afrika Selatan

masjid syekh al makasari cape town

sumber: wollipop.com

Selain di Bosnia, Achmad juga pernah membangun masjid di Cape Town, Afrika Selatan.

Berbeda dengan masjid lainnya, masjid ini tampak lebih kecil dan sederhana.

Walaupun begitu, desainnya tetap inovatif dan cantik!

Dinding masjid dibangun dari tumpukan bata yang dicat putih dan dilengkapi dengan kubah hijau yang mencolok.

Agar lebih unik, beberapa garis timbul dipasang pada kubah yang lagi-lagi membedakan karya Achmad dari masjid lainnya.

Nama masjid diambil dari nama pahlawan nasional Indonesia yang meninggal di Cape Town, Afrika, Syekh Yusuf Al-Makasari.

***

Semoga ulasannya bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang tertarik membeli rumah modern di lingkungan asri seperti Btari Summarecon, langsung kunjungi 99.co/id, ya!




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts